KRAKSAAN, Radar Bromo–Upaya normalisasi saluran primer dan bendung di Bendung Topi, Jurangjeruh, Kecamatan Gading terus dilakukan. Normalisasi di dua titik ini untuk memastikan aliran air lebih lancar dan mengurangi risiko banjir.
Proses pengerjaan ini telah berjalan selama satu minggu dan diperkirakan akan selesai dalam 10 hingga 14 hari, tergantung kondisi di lapangan.
Muhammad Fachru Syahroni, Koordinator Wilayah Probolinggo UPT Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Timur WS Welang Pekalen, menjelaskan bahwa normalisasi ini sangat penting, terutama setelah banjir besar yang terjadi sebelumnya.
“Yang mengaliri ke Krejengan itu, kemarin saat banjir besar, terkena dampaknya, baik di bendung Topi maupun saluran. Oleh karena itu, kami lakukan normalisasi agar aliran air kembali optimal,” ujarnya, Kamis (13/3).
Normalisasi dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengurangi sedimen yang menghambat aliran air.
Fachru juga menyebutkan bahwa setelah pekerjaan di Bendung Topi dan Jurang Jeruh selesai, rencana berikutnya adalah melakukan normalisasi di beberapa lokasi lain. Seperti Kali Pandan Laras, Sumber Katimoho, Sungai Rangkang, dan kawasan Desa Pesisir.
“Harapannya, dengan normalisasi ini, aliran sungai bisa lebih lancar, sedimen berkurang, dan risiko banjir dapat diminimalkan,” tambahnya.
Masyarakat setempat menyambut baik upaya ini. Setidaknya normalisasi dapat meningkatkan kelancaran irigasi dan mengurangi potensi genangan air saat hujan deras. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid