DRINGU, Radar Bromo-Setelah terjadi banjir di 4 Kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo hingga kini masih mewaspadai potensi bencana maupun bencana susulan.
Hingga Rabu (12/3) BPBD masih menyiagakan petugas di wilayah terdampak banjir.
Siaga ini perlu dilakukan lantaran intensitas hujan masih cukup tinggi. Potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi.
Longsor dapat terjadi sewaktu-waktu dengan berbagai dampak yang ditimbulkan. Sementara pada wilayah hilir potensi banjir dapat terjadi sehingga dapat kerusakan lingkungan, kerugian materil hingga yang paling fatal adalah jatuhnya korban jiwa.
“Intensitas hujan masih tinggi. Potensi bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi sehingga perlu diwaspadai,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.
Tim yang disiagakan BPBD ditempatkan di berbagai di lokasi. Diantaranya Kecamatan Krejengan, Maron, Pajarakan, dan Kraksaan. Pasalnya banjir yang terjadi pada Senin (10/3) lalu memberikan dampak cukup luas.
Jika dirinci meliputi Kecamatan Krejengan, Dusun Sumberbanger, Desa Opo terdampak sekitar 120 KK 240 jiwa; Dusun Jatian dan Krajan, Desa Kamalkuning terdampak sekitar 72 KK 315 jiwa; Dusun Klompangan, DesaTanjungsari terdampak 100 kk 500 jiwa; Desa Tanjungsari Pondok Darut Tauhid (Kyai Barongan) Santri Puteri 80, Santri Putera 116; kemudian Dusun Krajan I, Desa Jatiurip terdampak sekitar 40 kk 98 jiwa; Dusun Keloran, Desa Patemon terdampak sekitar 50 kk; dan Desa Krejengan terdampak 33 kk 82 jiwa.
Selanjutnya di Kecamatan Maron jembatan penghubung Desa Satreyan dengan Desa Sumbersecang, putus. Selain itu saat terjadi banjir yang melanda 1 orang warga Desa Brani Wetan meninggal dunia.
Sementara di Kecamatan Pajarakan banjir mengakibatkan pemukiman warga tergenang di Desa Selogudig Kulon, Desa Selogudig Wetan, Desa ketompen, dan Desa Karangbong. Begitu juga di Kecamatan Kraksaan Desa Rondo Kuning Dusun Lesan tergenang akibat saluran air tersumbat.
Untuk percepatan penanganan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan, BPBD juga berkoordinasi dengan para relawan yang sudah tersebar di wilayah potensi bencana. Serta pemerintah desa dan kecamatan untuk turut melakukan asesmen.
“Sejauh ini wilayah paling parah terdampak banjir wilayah Krejengan. Saat ini masih terus kami pantau,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Fahreza Nuraga