KREJENGAN, Radar Bromo–Hujan lebat yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo, Senin (10/3) membuat 9 desa di 3 kecamatan terendam banjir.
Awalnya, Senin malam (10/3) ada lima desa di Kecamatan Krejengan yang terendam. Yakni Desa Opo-Opo, Kamalkuning, Jatiurip, Krejengan, dan Desa Tanjungsari.
Masuk Selasa (11/3) dinihari, banjir meluas ke empat desa lain di dua kecamatan.
Yaitu Desa Ketompen, Selogudig Kulon dan Selogudig Wetan di Kecamatan Pajarakan. Dan Desa Brani Wetan di Kecamatan Maron.
Sehingga, total sembilan desa di tiga kecamatan terendam banjir. Ratusan kepala keluarga (KK) pun terdampak banjir.
Di Kecamatan Krejengan, total ada 365 KK atau 1.235 jiwa terdampak banjir. Terdiri dari 100 KK (500 jiwa) di Desa Tanjung Sari, 72 KK (315 jiwa) di Desa Kamal Kuning. Lalu 40 KK (98 jiwa) di Desa Jatiurip, 120 KK (240 jiwa) di Desa Opo-opo dan 33 KK (82 jiwa) di Desa Krejengan.
Lalu di Kecamatan Pajarakan, total ada 73 KK terdampak banjir. Yaitu 11 KK di Desa Ketompen, 50 KK di Desa Selogudig Kulon dan 12 KK di Desa Selogudig Wetan. Sementara di Desa Brani Wetan, yang terdampak yaitu persawahan.
Dari pantauan radarbromo.jawapos.com pada Senin (10/3) malam pukul 18.30, banjir terparah terjadi di Kecamatan Krejengan. Tepatnya di lima desa yang terdampak banjir.
Di lima desa ini, air masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari setengah lutut orang dewasa atau 40 sentimeter, hingga hampir dua meter.
Di Desa Krejengan, ada ratusan rumah yang terdampak dengan ketinggian air sedada orang dewasa.
Sementara di Desa Tanjung Sari, ketinggian banjir bahkan mencapai sekitar 1,7 meter.
“Banjir paling tinggi berada di area Pondok Putri Darut Tauhid di Desa Tanjungsari. Hampir dua meter tingginya air,” kata Nanang Fadlil, salah satu warga Kecamatan Krejengan.
Akhirnya, seluruh santri pondok putri yang berjumlah 80 orang dievakuasi. Mereka dipindah ke pondok sebelah utara yang tidak terdampak banjir.
Selasa (11/3) siang, saat radarbromo.jawapos.com ke lokasi pondok putri, air sudah surut. Namun, di tembok yang masih lembap tergaris bekas banjir dengan ketinggian sekitar 1,7 meter.
Sementara di Desa Jatiurip, ketinggian air sedada orang dewasa atau sekitar 1,3 meter. Paling parah, banjir menimpa rumah Nur Hasanah, 32, warga RT 1/RW 2.
Menurutnya, air banjir naik dengan sangat cepat. Sementara dia dan empat anggota keluarga yang lain saat itu sedang berada di dalam rumah.
Tiba-tiba saja dua rumah sudah terendam banjir. Yaitu rumah yang ditempati Nur dan suaminya serta rumah orang tuanya.
Mereka langsung panik. Saat itu juga, anaknya yang berusia 10 tahun langsung diungsikan ke rumah mertuanya yang tidak terdampak banjir. Baru kemudian mereka menyelamatkan diri.
“Air banjir sedada saya. Bahkan saya mau keluar dari rumah kesulitan. Untung ada suami yang narik keluar. Tidak mikir harta sudah, yang penting orangnya selamat. Barang elektronik semuanya rusak,” kata ibu anak satu ini.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo juga langsung ke lokasi banjir. Termasuk relawan, petugas kepolisian, dan koramil setempat.
Dengan menggunakan perahu fiber, petugas menyisir kawasan terdampak banjir. Kemudian mengevakuasi anak-anak dan lansia yang terjebak di rumah.
Ipda Fajar, anggota Polsek Krejengan yang turut melakukan evakuasi mengatakan, pihaknya mengevakuasi satu santri Pondok Pesantren Darut Tauhid ke Puskesmas Krejengan.
“Kami evakuasi karena santri ini menggigil kedinginan. Saat itu, air di pondok memang sangat tinggi,” katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief yang juga turun ke lokasi menyebut, banjir juga membuat sebuah pondok pesantren di Desa Sumbersecang, Kecamatan Gading, terendam. Semua santri yaitu 196 orang lantas dievakuasi ke masjid pondok.
“Selain itu BPBD juga mendapat laporan bahwa ada satu warga meninggal saat banjir ini. Dia adalah Abdul Halil, warga Dusun Asinan, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron,” katanya.
Oemar pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, BPBD juga akan terus memberikan informasi terbaru tentang perkembangan situasi di wilayah terdampak. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi