KRAKSAAN, Radar Bromo –Panitia Kerja atau Panja Pupuk Subsidi DPRD Kabupaten Probolinggo mendatangi Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Jumat (7/3).
Pertemuan ini membahas berbagai masalah pupuk subsidi yang terjadi di lapangan serta solusi atau cara mengatasinya.
Ketua Panja Pupuk Subsidi Muchlis mengatakan, pihaknya ingin selaras dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah pupuk subsidi. Sehingga, tidak berlarut-larut dan ada jalan keluar.
Karena itu, menurut Muchlis, Panja menyampaikan semua temuan tentang pupuk subsidi sejak 22 Januari hingga 7 Maret 2025.
Di antaranya, ketidaksesuaian harga pupuk subsidi, sistem distribusi, serta ketidakseimbangan kuota pupuk di berbagai wilayah.
“Kami masih menemukan perbedaan harga di lapangan yang seharusnya tidak terjadi. Pupuk subsidi memiliki harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan dan harus diikuti semua pihak,” jelasnya.
Selain itu, Panja juga menyoroti sistem distribusi pupuk subsidi yang masih perlu diperbaiki. Terutama dalam e-RDKK, Simultan, dan E-PUBER.
“Kami terus berupaya memperbaiki mekanisme distribusi agar lebih efektif. Dengan pembenahan pada e-RDKK, Simultan, dan E-PUBER, kami berharap tidak ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk,” tambahnya.
Muchlis juga menyoroti ketidakseimbangan kuota pupuk subsidi di antra daerah yang satu dengan yang lain.
“Ada wilayah yang kebutuhannya besar, tetapi kuotanya kecil dan sebaliknya. Ini menjadi perhatian kami agar distribusi lebih adil dan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Panja akan membuat rekomendasi akhir berdasarkan hasil temuan mereka. Jika permasalahannya terkait administrasi, maka akan direkomendasikan kepada pihak terkait (PI).
Namun, jika menyangkut aspek hukum, maka akan disampaikan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyatakan, dukungan penuh terhadap upaya pembenahan sistem pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo. Ia juga meminta Panja untuk tetap tegas dalam menangani masalah ini.
“Saya mendukung penuh semua rekomendasi Panja terkait pembenahan sistem pupuk subsidi. Panja tidak perlu takut dan harus tetap tegas dalam membenahi permasalahan ini,” tegas Gus Haris -sapaan akrab bupati Probolinggo-.
Bupati juga meminta Panja terus bekerja sama OPD terkait guna menuntaskan berbagai persoalan pupuk subsidi.
Ia juga sepakat untuk memperbaiki sistem e-RDKK agar distribusi pupuk lebih tepat sasaran.
Sebagai bagian dari upaya pengawasan jangka panjang, Bupati juga mendukung inisiatif Panja untuk membuat hotline pengaduan pupuk subsidi.
Selain itu, ia berencana membuat aplikasi pertanian yang terintegrasi dengan sistem distribusi pupuk di Kabupaten Probolinggo.
“Sangat diperlukan aplikasi pertanian yang nantinya akan terintegrasi dengan distribusi pupuk, sehingga prosesnya lebih transparan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati juga mendukung perbaikan e-RDKK dengan melibatkan desa dalam proses distribusi.
Ia juga akan meninjau kembali kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang pengurusnya sudah tidak aktif.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap masalah pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo bisa segera teratasi dan petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk,” tutupnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi