KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemkab Probolinggo mulai merealisasikan program 100 hari kerja Bupati Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ dengan mempercantik Alun-Alun Kraksaan.
Penataan kawasan ini bertujuan mengubah wajah alun-alun agar memiliki daya tarik wisata.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, mengungkapkan bahwa proyek ini akan mengutamakan konsep pedestrian ramah pengunjung.
“Nantinya, area di depan Masjid Agung Kraksaan ke arah utara hingga sisi timur depan Islamic Center akan menjadi full pedestrian. Kami ingin menciptakan ruang publik yang nyaman bagi pejalan kaki dan wisatawan,” ujar Roby pada Rabu (5/3).
Selain jalur pedestrian, pemerintah juga akan menambahkan berbagai fasilitas pendukung agar suasana alun-alun semakin asri dan nyaman.
“Kami akan menata ulang pohon-pohon di sekitar alun-alun agar lebih rapi. Selain itu, akan ada fasilitas meja taman dan lampu taman yang mempercantik suasana, terutama di malam hari,” tambahnya.
Sementara itu, rencana akan menjadikan pendistrian alun-alun Kraksaan ini diungkap Bupati Probolinggo Mohammad Haris pada pembukaan bazar takjil sae di Stadion gelora merdeka Kraksaan beberapa waktu lalu.
“Salah satu fokus utama kami adalah penataan di wilayah Kraksaan. Termasuk nanti akan membawa Malioboro ke Alun-alun Kraksaan. Full pedestrian dan penambahan fasilitas lain,” kata Gus Haris sapaannya.
Langkah ini mendapat respons positif dari warga Kraksaan.
Salah satu warga, Rahmat 34, menyambut baik rencana penyolekan alun-alun ini.
“Kalau memang nanti bisa seperti Malioboro, pasti menarik. Alun-alun bisa jadi tempat nongkrong yang nyaman buat warga lokal maupun wisatawan,” katanya.
Pemkab berharap dengan adanya revitalisasi ini, Alun-Alun Kraksaan bisa menjadi ikon baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama sektor UMKM dan wisata lokal. (mu/fun)
Editor : Fahreza Nuraga