Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengelolaan PKL di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Picu Polemik, Pedagang Harapkan Ada Kejelasan

Agus Faiz Musleh • Rabu, 5 Maret 2025 | 20:35 WIB
STADION: Suasana Stadion Gelora Merdeka Kraksaan yang tampak lengang. Pengelolaan struktur pengurus PKL di wilayah setempat, berujung pada berbagai polemik.
STADION: Suasana Stadion Gelora Merdeka Kraksaan yang tampak lengang. Pengelolaan struktur pengurus PKL di wilayah setempat, berujung pada berbagai polemik.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Alun-Alun Kraksaan ke Stadion Gelora Merdeka Kraksaan masih menyisakan berbagai polemik. Terutama terkait pengelolaannya.

Hingga kini, struktur pengurus PKL di lokasi baru tersebut, belum terbentuk secara resmi. Sehingga, berimbas pada ketidakjelasan pengelolaan berbagai aspek.

Salah satu pedagang yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa ketiadaan kepengurusan menyebabkan pengelolaan tidak berjalan maksimal.

“Sekarang belum ada. Sehingga pengelolaannya tidak berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

Sumber yang sama menambahkan, salah satu permasalahan yang muncul adalah pengelolaan listrik yang masih dikelola secara perorangan.

Para pedagang harus membayar biaya listrik kepada individu. Bukan melalui fasilitas resmi dari pemerintah.

“Penggunaan listrik saat malam hari itu, kami bayar kepada perorangan. Jadi belum ada fasilitas dari pemerintah. Dikelola perorangan, bayarnya ke perorangan. Kalau difasilitasi pemerintah lebih baik,” lanjutnya.

Senada dengan itu, H. Taufiq, salah satu pedagang lainnya. Ia juga menyoroti belum terbentuknya kepengurusan resmi PKL di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.

“Belum terbentuk secara resmi dan disahkan oleh pemerintah. Sejauh ini, keseluruhan PKL di Stadion Gelora Merdeka sebanyak 140-an,” sampainya.

Tak hanya pedagang, pengunjung juga turut mengomentari sistem parkir di kawasan tersebut.

Ainul Yaqin, salah seorang pengunjung, menyoroti adanya pungutan parkir Rp 2.000 saat bazar takjil berlangsung.

Ia berharap, jika sistem parkir tetap diterapkan setelah Ramadan, maka harus ada kejelasan mengenai karcis resmi dari pemerintah daerah.

“Saat ini kan masih bazar takjil, dan ada parkirnya. Misal nanti saat setelah Ramadan ada parkir lagi, setidaknya ada karcis resminya dari pemerintah daerah. Jadi kan jelas, misal masuk PAD atau kemana uangnya. Seperti pada car free day juga,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memonitor permasalahan yang terjadi di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Namun, saat ini masih dalam tahap kajian lebih lanjut.

“Yang jelas, stadion sebagian ruang terbuka publik. Kita harapkan menjadi fasilitas masyarakat yang nyaman. Begitupun untuk para pedagang, agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dengan berbagai permasalahan yang masih ada, pedagang dan pengunjung berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.

Untuk memperjelas pengelolaan PKL di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. (mu/one)

Editor : Jawanto Arifin
#stadion gelora merdeka #pkl #Kraksaan