KRAKSAAN, Radar Bromo- Sejumlah 475 pedagang tumplek blek di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Mereka menawarkan produk unggulannya. Termasuk berbagai macam jajanan untuk menu buka puasa.
Ratusan pedagang berasal dari berbagai kelompok paguyuban pedagang kaki lima (PKL). Di antaranya dari PKL Alun-Alun Kota Kraksaan, Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, serta Car Free Day (CFD).
Bazar Takjil Ramadan 1446 Hijriah ini dibuka langsung oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari, Senin (3/3) sore. Usai pembukaan, Gus Haris bersama Ning Marisa berkeliling menyapa pedagang dan membeli berbagai produk UMKM.
“Kegiatan bazar takjil ini sudah menjadi agenda tahunan. Namun, tahun ini terasa sangat istimewa, karena kami berhasil melibatkan 475 peserta yang merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan bazar takjil di Kabupaten Probolinggo,” ujar Ketua Panitia Taufik.
Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan, selain menjadi tradisi tahunan, Bazar Takjil Ramadan ini juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan UMKM.
“Melalui kegiatan seperti ini, pedagang lokal dapat menjual berbagai produk mereka seperti jajanan khas Kabupaten Probolinggo yang menjadi daya tarik bagi pengunjung,” katanya.
Melalui bazar takjil ini, kata Gus Haris, juga diharapkan menjadi sarana yang menguntungkan kedua belah pihak. Baik pedagang maupun pembeli.
“Penting untuk memastikan bahwa semua pihak, baik yang berjualan maupun yang membeli sama-sama bisa mendapatkan keuntungan yang adil. Tidak boleh ada pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan bazar takjil ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai kota yang semakin berkembang.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung selama Ramadan. Namun, bisa menjadi model kegiatan yang bisa diterapkan di berbagai kesempatan lainnya.
Gus Haris juga menyampaikan rencana untuk melakukan pembenahan Alun-alun Kraksaan dengan konsep baru. Menjadikannya sebagai pusat aktivitas masyarakat. Serupa dengan suasana di Malioboro, Jogjakarta.
“Kami ingin Alun-alun Kraksaan menjadi tempat yang lebih hidup dan menarik bagi masyarakat. Terutama saat acara-acara besar berlangsung,” tambahnya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando