Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Retret dari Magelang, Bupati Probolinggo Gus Haris Disambut Ribuan Santri, Ini Pesannya

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 1 Maret 2025 | 02:10 WIB

EMBAN AMANAH RAKYAT: Bupati Probolinggo Gus Haris (kenakan kalung melati) saat disambut ribuan santri di kediamannya usai pulang retret. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
EMBAN AMANAH RAKYAT: Bupati Probolinggo Gus Haris (kenakan kalung melati) saat disambut ribuan santri di kediamannya usai pulang retret. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
 

PAJARAKAN, Radar Bromo– Bupati Probolinggo Mohammad Haris, kembali ke kediamannya, Jumat (28/2) usai menjalani retret di Magelang sejak 21 Februari lalu.

Gus Haris –sapaan akrabnnya- disambut ribuan santri serta sejumlah pejabat di Pemkab Probolinggo, saat tiba di kediamannya, kawasan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Gus Haris tiba di kediamannya sekitar pukul 16.40. 

Sebelum tiba di pesantren, Gus Haris diarak dari pertigaan Pajarakan menuju lokasi pesantren.

Sesampainya di kawasan Ponpes, Gus haris langsung menuju makam KH. Muhammad Hasan atau yang dikenal sebagai Kyai Sepuh, untuk berziarah, sebelum memberikan sambutan di hadapan para santri dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gus Haris mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan masyarakat Probolinggo kepadanya.

“Perjuangan tim, relawan, dan masyarakat yang telah mempercayakan amanah ini kepada kami adalah kebanggaan terbesar. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi keberhasilan bersama,” ujarnya.

Sebelum sampai di pesantren, Gus Haris diiringi hujan dan antusiasme masyarakat yang menyambutnya di sepanjang jalan.

“Saat berjalan di tengah hujan, saya merasakan beban besar atas amanah yang kini saya emban. Mengelola pemerintahan Kabupaten Probolinggo bukanlah hal mudah. Namun, saya percaya dengan doa dan dukungan semua pihak, tugas ini bisa dijalankan dengan baik,” tambahnya.

Gus Haris menekankan, pentingnya mempertahankan nilai-nilai pesantren, yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Kabupaten Probolinggo.

“Pesantren ini sudah berusia hampir 200 tahun. Saya berharap keberadaannya terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Mohon doanya, agar kami diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah, demi menjadikan Kabupaten Probolinggo lebih baik,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Haris juga berbagi pengalamannya selama retret di Magelang.

Menurutnya, banyak peserta yang awalnya merasa kesulitan beradaptasi. Namun, akhirnya menyadari nilai-nilai yang diajarkan

“Sebagian orang menganggap tempat kami di Magelang seperti perkemahan biasa, padahal itu tempat yang nyaman. Namun, bagi yang belum terbiasa, tetap terasa berat. Tapi saya percaya, pengalaman ini membawa pelajaran penting bagi kami semua,” katanya.

Di hadapan para santri, Gus Haris memberikan pesan agar mereka tidak melupakan jati diri sebagai santri, apa pun profesi yang mereka pilih nantinya.

“Kalian boleh bercita-cita jadi apa pun pengusaha, dokter, perawat, politisi, tapi tetaplah menjadi santri. Santri diajarkan banyak hal, mulai dari akhlak hingga ketekunan, yang bisa menjadi fondasi bagi seorang pemimpin,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa santri telah ditempa dengan kesabaran dan perjuangan, yang akan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan hidup.

“Kalian sejak kecil sudah diajari hidup sebagai petarung. Jangan pernah takut punya cita-cita. Jadilah pemimpin yang meneladani Rasulullah SAW,” pesannya.

Menutup sambutannya, Gus Haris mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya OPD Pemkab Probolinggo, untuk bersama-sama membangun daerah.

“Kita ada di posisi ini karena kepercayaan masyarakat. Apa yang kita makan, yang kita nikmati bersama keluarga, semuanya berasal dari amanah rakyat. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo agar menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Ia juga optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kabupaten Probolinggo bisa lebih maju dibanding daerah lain.

“Kita sudah memiliki konsep yang jelas. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin dalam enam bulan ke depan kita bisa melihat akselerasi yang menentukan masa depan Probolinggo,” pungkasnya.

Acara ini menjadi momentum awal kepemimpinan Gus Haris di Kabupaten Probolinggo, sekaligus menegaskan komitmennya untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. (mu/mie)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#pajarakan #pemkab probolinggo #zaha genggong #bupati probolinggo #Retret #gus haris #ponpes #magelang #probolinggo