KRAKSAAN, Radar Bromo-Efisiensi anggaran juga dilakukan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Meski begitu, pemkab setempat tetap mengupayakan rehabilitasi 34 Sekolah Dasar (SD) yang direncanakan tahun ini melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tetap berjalan.
Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan, pemkab akan tetap memprioritaskan pembangunan fasilitas pendidikan.
Seandainya rehabilitasi bangunan SD ini harus dikurangi, jumlahnya dipastikan tak banyak. Diperkirakan, hanya rehabilitasi beberapa SD saja yang dibatalkan.
“Kami upayakan 34 sekolah yang akan direhab tahun ini, tetap dilakukan. Mungkin nanti ada satu sampai dua sekolah saja yang urung direhab,” kata Ugas.
Namun jika memungkinkan, pemkab berharap tidak ada anggaran perbaikan sekolah yang terkena refocusing.
Keputusan mempertahankan rehabilitasi sekolah ini didasarkan pada kebutuhan akan gedung sekolah yang layak dan nyaman bagi siswa.
Pemkab Probolinggo menilai bahwa fasilitas pendidikan yang memadai merupakan prioritas utama.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan akan direhabilitasi sesuai rencana,” lanjutnya.
Meskipun demikian, efisiensi anggaran tetap dilakukan di beberapa sektor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya).
Hanya saja, efisiensi tidak berdampak signifikan pada kegiatan yang langsung menyentuh siswa.
“Anggaran yang terdampak efisiensi lebih banyak pada kegiatan seremonial, event kebudayaan, alat tulis kantor (ATK), serta perjalanan dinas,” jelasnya.
Untuk menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi, Pemkab Probolinggo memangkas berbagai pengeluaran.
Salah satu penghematan terbesar dilakukan pada perjalanan dinas (perdin), yang dipotong hingga 50 persen.
“Semua anggaran dipangkas, terutama perjalanan dinas yang berkurang sekitar 50 persen. Selain itu, anggaran untuk alat tulis kantor, kegiatan seremonial, dan lainnya dikurangi sekitar 30 persen,” terang Ugas.
Dengan langkah-langkah efisiensi ini, pemkab berharap dapat tetap menjalankan program prioritas tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat. Terutama dalam sektor pendidikan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa efisiensi anggaran ini tidak menghambat pelayanan utama kepada masyarakat, terutama di bidang pendidikan,” pungkasnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi