KOTAANYAR, Radar Bromo-RS, 15, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Kotaanyar diduga menjadi korban pengeroyokan kakak kelasnya. Akibat penganiayaan tersebut korban sampai dirawat di Rumah Sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (5/2) lalu.
Bermula saat RS remaja asal Kecamatan Paiton dijemput oleh siswa suruhan terduga pelaku yakni OS, remaja asal Kecamatan Kotaanyar.
RS dijemput sekitar pukul 10.30 atau saat pergantian jam pelajaran. RS lalu dibawa ke kamar mandi, kemudian dipukuli oleh OS tanpa ada perlawanan.
Saat pemukulan dilakukan, teman-teman OS menunggu di parkiran motor. Mereka yang berada di parkiran berjaga agar tidak ketahuan oleh guru-guru yang ada di sekolah.
Setelah dirasa selesai, mereka kembali ke kelas. Tetapi sampai di kelas RS kembali dihajar oleh OS.
Setelah kejadian itu, RS pulang melompati pagar sekolah bagian belakang. Kemudian mengambil sepedanya di tempat penitipan luar sekolah dan menuju rumah temannya.
Korban kemudian pulang diantar oleh temannya. Sesampainya di rumah RS tiba-tiba pingsan.
Karena khawatir dengan kondisi RS keluarga akhirnya membawanya ke rumah Sakit Rizani Paiton.
“Pasien masuk rumah sakit rabu (5/2) dan keluar rumah sakit minggu (9/2),” kata Kepala Humas dan Marketing Rumah Sakit Rizani Paiton Syerly Ayuningtyas kamis (13/2).
Sementara itu Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Aiptu Agung Dewantara mengatakan, pihaknya membenarkan telah mendapatkan laporan kekerasan fisik terhadap anak yang diduga dilakukan di sekolahnya, Senin (10/2) sore.
Pihaknya hingga kini masih menggali informasi dari korban dan saksi-saksi yang mengetahui aksi kekerasan tersebut.
Pihaknya juga belum bisa memastikan kronologi yang sebenarnya terjadi. Meskipun demikian pihaknya berkomitmen menuntaskan perkara yang telah dilaporkan tersebut. “Laporan sudah kami terima. Kami masih meminta keterangan pada korban dan saksi,” ucapnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid