Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Terima Tambahan Vaksin PMK Sejumlah Ini

Achmad Arianto • Jumat, 14 Februari 2025 | 18:00 WIB
PENCEGAHAN: Penyuntikan vaksin ke hewan ternak milik warga Probolinggo.
PENCEGAHAN: Penyuntikan vaksin ke hewan ternak milik warga Probolinggo.

DRINGU, Radar Bromo - Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo kembali mendapatkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

Jumlahnya sebanyak 7.250 dosis yang nanti akan disuntikkan kepada ternak rentan PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, pihaknya mendapatkan kiriman vaksin tersebut pada Minggu kedua Februari.

Vaksin tersebut diperoleh dari Pemprov Jawa Timur dan Kementerian Pertanian RI khusus untuk menekan penyebaran PMK.

“Ada 290 botol vaksin yang baru kami terima. Dikirim untuk penanganan dan menekan kasus PMK yang saat ini masih menjadi atensi,” katanya, Kamis (13/2).

Ratusan vaksin tersebut diproyeksikan dapat melakukan vaksinasi pada 7.250 sapi. Sebab 1 botol berisi 50 mili vaksin dapat digunakan untuk 25 ekor sapi atau kerbau.

Sementara untuk vaksinasi dengan sasaran kambing, domba, dan babi jumlah populasinya nya bisa banyak. Sebab dosis yang disuntikkan hanya membutuhkan 1 mili vaksin.

Stok dosis vaksin cukup terbatas namun demikian cakupan penyuntikan vaksin saat ini tidak hanya fokus pada sapi. Melainkan semua ternak yang rentan terkena PMK.

Vaksinasi ini difokuskan pada wilayah berbasis desa, dengan demikian vaksin bisa dilakukan oleh pemilik ternak.

Setiap ternak yang ada di desa, baik sapi, kerbau, kambing, domba maupun babi wajib mendapatkan vaksinasi PMK.

Pasalnya pemberian vaksinasi ini sangat penting untuk mencegah penyebaran PMK yang dapat merugikan para peternak dan mengancam ketahanan pangan daerah.

Realisasi penyuntikan vaksin PMK ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu, tetapi turut berperan aktif.

Harapannya dengan vaksinasi yang dilaksanakan secara teratur, semua ternak rentan PMK dapat terjaga kesehatannya.

Vaksinasi PMK dilakukan agar ternak yang sudah divaksin dapat sehat dan layak untuk dilalulintaskan maupun dikonsumsi.

“Vaksinasi berbasis desa jadi untuk ternak yang rentan terpapar virus PMK. Mulai sapi, domba, kambing, kerbau, babi diberikan kepada pelaku usaha,” tandasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pmk #vaksin