Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berharap Infrastruktur Terdampak Bencana di Kabupaten Probolinggo Segera Dibenahi, Begini Langkah Pemkab

Agus Faiz Musleh • Rabu, 12 Februari 2025 | 03:27 WIB
BERBAGI: Sejumlah anggota kepolisian bersama wartawan memberi bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana di Kecamatan Krejengan, Selasa (11/2).
BERBAGI: Sejumlah anggota kepolisian bersama wartawan memberi bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana di Kecamatan Krejengan, Selasa (11/2).

KRAKSAAN, Radar Bromo- Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Polres Probolinggo bersama sejumlah wartawan menggelar bakti sosial. Selasa (11/2), mereka menyalurkan 200 paket sembako kepada warga terdampak bencana di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Bantuan diberikan kepada warga yang terisolasi dampak jembatan penghubung yang terputus akibat bencana. Untuk menyalurkan bantuan, polisi dan wartawan harus melintasi sungai agar paket sembako bisa diterima langsung oleh masyarakat.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian dan insan pers dalam membantu masyarakat.

“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Ini wujud sinergi antara kepolisian dan jurnalis dalam membantu warga terdampak bencana,” ujarnya.

 

 

Wisnu mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial. Tetapi, bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Ia berharap infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan penghubung, dapat segera diperbaiki. Agar aktivitas warga kembali normal.

“Semoga akses jalan segera dibangun kembali agar anak-anak bisa kembali bersekolah dan warga dapat beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Salah seorang wartawan yang ikut dalam bakti sosial, Ahmad Faisol mengatakan, peringatan HPN menjadi momentum bagi insan pers untuk berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

“Kami tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga ingin hadir secara nyata membantu masyarakat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pers dan kepolisian bisa bersama-sama berkontribusi untuk kemanusiaan,” ujarnya.

 

Baca Juga: Larang Outing Class ke Luar Daerah, Disdikdaya Sebut Cukup di Probolinggo Saja

 

Sejumlah warga pun bersyukur mendapatkan bantuan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Namun, yang paling kami harapkan jembatan segera dibangun kembali agar anak-anak bisa kembali ke sekolah dan aktivitas warga berjalan normal,” ujar salah seorang warga, Wiwik, 30.

Tim Gerak Cepat Pemkab Probolinggo melakukan peninjauan lokasi terdampak banjir dan longsor. Tujuannya, guna melakukan mitigasi pascabencana beberapa waktu lalu.

Tim ini terdiri atas sejumlah pihak. Di antaranya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Oemar Sjarief; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hengki Cahjo Saputra; serta perwakilan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami berharap ke depan mitigasi bencana bisa dilakukan lebih baik untuk mencegah kejadian serupa yang dapat merugikan warga. Hal ini tentu akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan tim terkait,” ujar Bupati Probolinggo Terpilih Gus Mohammad Haris.

 

 

Ia juga menegaskan, bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya sebagai bentuk kepedulian. Tetapi, juga merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan.

“Kami hadir di titik-titik bencana, bukan hanya untuk menunjukkan kepedulian, tetapi juga sebagai bagian dari evaluasi dan langkah mitigasi. Setiap daerah yang berpotensi longsor atau banjir harus segera kami petakan. Banyak jembatan yang putus dan kami harus segera mencari solusi agar akses masyarakat tidak terputus,” tegasnya.

Setelah dua hari blusukan, Pemkab langsung melakukan asesmen dan perencanaan di lapangan.

“Kami tidak bisa menunggu lama. Rumah yang roboh dan jembatan yang putus harus segera dibangun kembali karena banyak masyarakat yang terisolasi. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Selain itu, Gus Haris juga mengingatkan kepala desa serta perangkatnya untuk lebih sigap dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.

 

 

“Jika ada warga yang rumahnya berada di dekat tebing atau pinggiran sungai, segera ajak mereka mengungsi saat hujan deras turun,” katanya.

Dengan langkah-langkah konkret yang dilakukan pemkab, diharapkan upaya mitigasi bencana dapat berjalan lebih efektif demi melindungi keselamatan masyarakat. (mu/rud)

Editor : Ronald Fernando
#rusak #banjir #infrastruktur #bencana