DRINGU, Radar Bromo - Bencana hidrometeorologi yang terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/2), tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur.
Puluhan hektare lahan pertanian yang tersebar di tiga kecamatan rusak dan terancam gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, pihaknya telah mendata lahan pertanian yang terdampak bencana.
Total ada delapan kecamatan yang terdampak bencana. Meliputi Kecamatan Pajarakan, Krejengan, Gading, Kraksaan, Krucil, Pakuniran, Tiris, dan Maron.
Namun, hanya tiga kecamatan yang dilaporkan mengalami kerusakan lahan pertanian. Yakni, di Kecamatan Pakuniran, Krejengan, dan Krucil.
“Kami sudah mendata areal pertanian terdampak bencana. Ada tiga kecamatan yang dilaporkan rusak dan menyebabkan kerugian,” katanya, Senin (10/2)
Lahan-lahan itu ada yang tergenang air. Baik air yang berasal dari luapan air sungai atau karena banjir genangan.
Selain itu, sejumlah lahan pertanian tertutup material longsor. Ada juga tanaman yang rusak karena hujan disertai dengan angin kencang.
Di Kecamatan Krejengan, luasan lahan pertanian terdampak bencana mencapai 4,665 hektare. Dengan jenis tanaman terdampak mayoritas adalah padi dan jagung.
Kemudian di Kecamatan Krucil, luasan lahan pertanian terdampak mencapai 5,5 hektare. Dengan tanaman terdampak mayoritas padi, tomat, dan porang.
Serta, wilayah yang terdampak paling luas adalah Kecamatan Pakuniran. Tercatat seluas 9,9 hektare areal pertanian rusak terkena bencana. Dengan jenis tanaman yang rusak padi dan cabe rawit.
“Lahan pertanian yang rusak bermacam-macam. Mayoritas sawah yang ditanami padi, ladang jagung, dan cabe rawit. Total kerugian sektor pertanian akibat bencana sekitar Rp 879 juta,” bebernya.
Pemkab Probolinggo pun menggunakan dana tidak terduga (TT) untuk kegiatan tanggap darurat.
Dana tersebut diharapkan dapat membantu petani untuk mengganti kerugian. Namun, besaran bantuan yang akan diberikan kepada petani belum dapat dipastikan.
Sebab, petugas sampai saat ini masih melakukan kajian lebih lanjut akan ketersediaan anggaran yang dapat digunakan.
“Anggaran dana TT tanggap darurat untuk pertanian kami usulkan untuk bantuan benih, pupuk, dan lainnya untuk petani terdampak,” jelasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi