MARON, Radar Bromo – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/2) siang.
Kali ini sebuah toko elektronik di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, hangus terbakar dilalap si jago merah.
Api membakar habis bangunan toko milik Abdul Ghofur, 43, warga Dusun Brukan 2, beserta barang dagangannya. Korban ditaksir mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com seusai kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30.
Saat itu pemilik bersama keluarganya sedang keluar rumah. Sehingga toko yang satu bangunan dengan rumah tersebut kosong dan kondisinya tertutup.
Bangunan berukuran 5 x 10 meter tersebut berada persis di pinggir jalan raya desa setempat. Tak lama kemudian warga yang melintas melihat asap membumbung dari atap rumah.
Warga kemudian memberitahukan kepada tetangga rumah. Tetangga rumah kemudian mengecek dan benar saja toko sudah terbakar.
Setelah memastikan hal itu benar tetangga kemudian melaporkan kepada perangkat desa setempat.
“Saat itu toko dalam kondisi tutup. Jadi yang terlihat pertama kali adalah asap keluar dari bangunan toko,” kata Kepala Desa Maron Kidul Ridwanto.
Ia menjelaskan jika toko yang terbakar menjual beberapa barang dagangan. Mulai dari onderdil motor, barang elektronik, dan konter HP. Secepatnya perangkat desa bersama warga berupaya melakukan pemadaman api secara manual.
Namun karena kondisinya tertutup akhirnya menghubungi pemadam kebakaran untuk segera melakukan pemadaman api. Sementara api sudah mulai merembet ke bangunan rumah yang berada dibelakang toko.
“Ada banyak stok barang dagangan di dalam toko. Jadi saat terbakar api dengan cepat membesar,” terangnya.
Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kejadian kebakaran sekitar pukul 13.00. Selanjutnya unit damkar condong menggunakan sebuah mobil damkar mendatangi lokasi kejadian.
Sesampainya di lokasi petugas dengan cepat melakukan upaya pemadaman. Sayangnya api cukup besar sehingga personel Unit Condong berkoordinasi dengan pemadam kebakaran Unit Dringu dan Kraksaan untuk turut melakukan upaya pemadaman.
“Personel sampai ke lokasi api kondisinya sudah besar. Pemadaman dilakukan tetapi api belum bisa dijinakkan. Sehingga untuk percepatan pemadaman api petugas kembali mendatangkan 2 unit mobil damkar,” katanya.
Di lokasi, 3 unit damkar bahu-membahu memadamkan api. Fokus pemadaman api adalah pada bagian toko. Sebab ruangan ini merupakan pusat kobaran api.
Selanjutnya petugas juga memadamkan api pada bagian rumah yang terbakar hingga api padam.
Setelah api padam petugas melanjutkan proses pendinginan hingga api benar-benar padam. Upaya pemadaman ini membutuhkan waktu 3 jam.
“Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Kerugian masih ditaksir, namun bisa mencapai Rp 400 juta,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid