PAITON, Radar Bromo - Keberadaan warung esek-esek di Kecamatan Paiton meresahkan masyarakat.
Walaupun telah dilakukan pembongkaran, Satpol-PP Kabupaten Probolinggo masih terus melakukan pengawasan.
Pengawasan secara berkala dilakukan untuk memastikan wilayah yang saat ini kerap dicap sebagai lokasi prostitusi tersebut steril. Sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dalam melakukan aktivitasnya.
Tidak terganggu oleh aktivitas prostitusi. Sebab tidak hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga berdampak pada sanksi sosial masyarakat.
“Warung memang sudah dibongkar walaupun demikian akan terus kami awasi. Kami pastikan lokasi yang sebelumnya sudah dibongkar tetap steril,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol-PP Kabupaten Probolinggo Sumarto.
Untuk memaksimalkan pengawasan Satpol-PP berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Paiton.
Koordinasi yang telah dibangun diharapkan dapat menciptakan pengawasan yang baik. Jika ditemukan kembali bangunan atau aktivitas prostitusi maka petugas akan segera bertindak.
Terlebih lagi bangunan berada di lahan pemerintah yang tidak berizin serta melakukan aktivitas negatif di tengah-tengah masyarakat.
“Aktivitas esek-esek sudah terjadi bertahun-tahun. Tentunya perlu ditindak tegas,” ucapnya.
Sebelumya Satpol-PP membongkar 7 warung esek-esek di Dusun Krajan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton Rabu (22/1).
Tindakan tegas ini dilakukan lantaran kerap digunakan sebagai tempat mangkal PSK.
Keseluruhan warung yang berkonstruksi semi permanen dan lokasinya dekat sawah tersebut awalnya merupakan warung kopi.
Namun pada praktiknya 6 warung diketahui menyediakan PSK alias warung esek-esek. Sementara 1 warung murni digunakan sebagai warung kopi. Saat petugas melakukan pemantauan rupanya warung esek-esek benar beroperasi.
Bahkan masyarakat telah melabeli wilayah tersebut sebagai lokasi prostitusi. Setidaknya terdapat sekitar 30 PSK kerap mangkal di lokasi tersebut. Puluhan PSK banyak yang berasal dari luar Kabupaten Probolinggo. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid