Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lagi, Plengsengan Ambrol karena Hujan Deras, Kali ini di Lumbang Probolinggo, Dapur Rumah Warga Ikut Kena

Achmad Arianto • Jumat, 24 Januari 2025 | 02:53 WIB

 

 

AMBROL: Tembok penahan tanah di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Lumbang yang ambrol saat hujan deras dengan durasi lama.
AMBROL: Tembok penahan tanah di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Lumbang yang ambrol saat hujan deras dengan durasi lama.

LUMBANG, Radar Bromo-Ambrolnya infrasturuktur akibat hujan deras tak hanya terjadi di Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Hujan deras dengan drasi yang lama terjadi di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo juga mengakibatkan sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi 2 meter di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, ambrol Selasa (21/1).

Dalam insiden ini memang tak sampai ada korban. Tapi satu rumah mengalami rusak ringan dalam insiden ini.

Insiden ini bermula saat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Lumbang sejak Senin (20/1) malam sampai Selasa (21/1) pagi. Hujan membuat sebuah TPT setinggi 2 meter dan panjang 6 meter ambrol.

Ambrolnya TPT ini diduga terjadi karena struktur bangunan sudah tua dan rapuh. Sehingga tidak mampu menahan gerusan air hujan.

TPT yang ambrol berbatasan dengan pondasi belakang rumah milik seorang warga setempat.

Saat ambrol tembok bangunan belakang rumah yang merupakan dapur juga rusak. Bahkan beberapa perabotan dapur ikut berjatuhan. Akibat kejadian rumah mengalami rusak ringan.

“Saat kejadian kondisi sekitar memang sedang hujan deras. TPT tidak kuat menahan air akhirnya ambrol,” ujar Sekretaris Desa Negororejo Syahril Fahrizal Kamis (23/1).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan.

Sehari setelah kejadian petugas mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan asesmen sekaligus memberikan bantuan logistik kedaruratan.

Setelah asesmen dalam insiden TPT ambrol tersebut petugas memberikan bantuan berupa 50 lembar sandbag yang dapat digunakan untuk penguat atau TPT darurat.

Kemudian 1 lembar terpal yang dapat digunakan untuk menutupi area tanah yang longsor atau TPT ambrol.

Sehingga saat hujan deras tidak membuat lebih parah area serta tidak mudah tergerus oleh air hujan.

“Asesmen sudah kami lakukan pada lokasi bencana. Logistik kebencanaan juga sudah disalurkan. Kami juga berikan 1 paket perlengkapan makan dan perlengkapan masak,” tuturnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bpbd #longsor #cuaca ekstrem #probolinggo