GENDING, Radar Bromo- Jalur Pantura di depan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, menjadi jalur rawan kejahatan dan kecelakaan lalu lintas. Terlebih, di jalan ini minim lampu Penerangan Jalan Umum (JPU). Meski ada, banyak yang sudah lama mati.
Adanya sejumlah PJU belum mampu menerangi jalanan. Sebab, lampu berwarna warm. Ditambah di kanan-kiri jalan hutan dan kawasan bakau yang cukup sepi ketika malam. Warga menduga, inilah yang dijadikan peluang para pelaku kejahatan beraksi.
Salah seorang pedagang di area Pantai Bentar, Sukrim, 50, mengatakan, di sekitar warungnya memang kurang penerangan jalan. Warga Dusun Satreyan, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, ini mengaku tidak berani buka warung sampai malam. Takut.
“Kalau malam gelap. Ada lampu cuma nyorot-nya ke bawah saja. Kalau ke sekitar, tetap gelap. Saya tidak berani buka malam,” ujarnya.
Kondisi ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Halimah. Menurutnya, PJU di sekitar Pantai Bentar memang seharusnya ditambah. Terlebih dekat dengan tempat wisata.
“Sangat gelap kalau malam. Padahal kan dekat tempat wisata,” ujarnya.
Tak sekali dua kali, telah banyak warga yang menjadi korban begal di jalan ini. Karena itu, tak sedikit warga yang merasa trauma melintas di jalur nasional ini.
“Lampunya tidak putih terang, agak kuning. Membuat pengguna jalan trauma,” katanya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Dishub Kabupaten Probolinggo Windardi mengatakan, pihaknya tidak berwenang memasang PJU karena jalan tersebut jalanan nasional. Dishub sudah sempat mengajukan penambahan PJU di area-area yang gelap dan rawan kejahatan.
“Sudah sempat diusulkan, cuma dananya terbatas, sehingga yang di-ACC hanya Probolinggo bagian barat,” jelasnya.
Ia mengaku akan terus mengusulkan penambahan PJU di sekitar Pantai Bentar ke Kementerian Perhubungan RI.
“Kendalanya di anggaran, karena yang diurusi kan se-Jatim, tapi akan terus kami usulkan,” kata Windardi. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando