KRAKSAAN, Radar Bromo – Setelah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Probolinggo, Muhammad Haris dan Fahmi AHZ berkomitmen tancap gas. Langsumg menjalankan program kerja 100 hari pertama.
“Kami sudah menyiapkan sejumlah program unggulan sejak Desember 2024. Salah satunya adalah program kerja 100 hari pertama,” terang Gus Haris, panggilan Muhammad Haris, Kamis (9/1) malam usai penetapan di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan.
Program tersebut mencakup pembangunan wajah baru Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo.
Termasuk ikon baru, seperti alun-alun full pedestrian yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat.
“Harapan kami, alun-alun ini akan menjadi ikon baru. Selain menjadi kebanggaan, kami ingin menunjukkan keseriusan dalam menarik investor ke Kabupaten Probolinggo,” jelas Gus Haris.
Hal lain yang menjadi prioritasnya dalam 100 hari pertama yaitu reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan ekonomi kreatif. Termasuk, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Ini adalah landasan awal agar kami bisa melangkah lebih jauh untuk pembangunan ke depan. Insyaallah, program 100 hari kami akan segera diumumkan dalam waktu dekat,” terangnya, didampingi Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi (panggilannnya).
Gus Haris pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk bersatu kembali setelah perbedaan pilihan dalam Pilkada 2024.
Menurutnya, penting melupakan gesekan politik yang terjadi selama pilkada dan fokus membangun rumah besar bersama, Kabupaten Probolinggo.
“Namanya proses demokrasi, beda pilihan itu biasa. Namun, ujungnya kita harus memiliki tujuan bersama untuk Kabupaten Probolinggo yang lebih baik,” tegasnya.
Gus Haris pun mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan pemerintahan sementara. Termasuk Pj Bupati, Pj Sekda, dan seluruh OPD yang telah memberikan dukungan penuh untuk persiapan pemerintahan baru.
“Kami sudah melakukan koordinasi yang cukup rigid dengan pemerintahan sementara. Mereka sangat luar biasa mendukung dan membangun sinergi untuk menyiapkan pemerintahan ke depan,” ujarnya.
Untuk kelancaran pelaksanaan program 100 hari kerja, Haris menegaskan akan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu.
Terdiri atas empat profesor, beberapa doktor, serta profesional dengan latar belakang akademisi, pengusaha, dan ahli tata kelola pemerintahan.
“Kami melibatkan pakar yang ahli di berbagai bidang seperti tata kelola pemerintahan, hukum, planologi, pertanian, ketahanan pangan, hingga ekonomi. Ini adalah upaya agar pemerintahan ke depan memiliki konsep yang jelas dan ideal,” jelas Haris.
Haris menekankan, TP2D akan menjadi penyangga utama antara bupati dan pemkab dalam mendorong percepatan pembangunan.
“Posisi TP2D betul-betul menjadi buffer, sekaligus pendorong percepatan pembangunan Kabupaten Probolinggo. Kami ingin memastikan semua berjalan seirama,” kata Haris. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi