Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puluhan PKL Luruk Polsek Kraksaan untuk Lapor Balik Aksi Premanisme Agus di Stadion Gelora Merdeka

Achmad Arianto • Rabu, 8 Januari 2025 | 03:07 WIB

 

 

 

TEMPUH LANGKAH HUKUM: Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Stadion Gelora Merdeka mendatangi Polsek Kraksaan untuk melaporkan aksi premanisme yang d
TEMPUH LANGKAH HUKUM: Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Stadion Gelora Merdeka mendatangi Polsek Kraksaan untuk melaporkan aksi premanisme yang d

 

KRAKSAAN, Radar Bromo-Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Stadion Gelora Merdeka mendatangi Mapolsek Kraksaan, Selasa (7/1).

Mereka datang untuk melaporkan aksi premanisme yang dilakukan Agus, 50, warga Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.

Agus adalah pria yang pada Minggu (5/1) dini hari lalu dimassa oleh PKL di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.

Mereka menghakimi Agus lantaran kesal dengan ulah Agus yang kerap memalak pedagang. Namun, aksi PKL justru dilaporkan istri Agus karena dianggap penganiayaan.

Ketua Paguyuban PKL Stadion Gelora Merdeka Didik Tri Wahyudi, 49, mengatakan, laporan tersebut dilayangkan lantaran aksi premanisme yang dilakukan oleh Agus dirasa telah mengganggu keamanan, kenyamanan, dan ketertiban para PKL.

Para PKL berharap polisi menindak tegas terlapor agar aksi premanisme tidak terulang kembali.

“Kami melaporkan aksi premanisme yang telah dilakukan oleh Agus. Kami tidak terima dengan perilakunya, terlebih lagi saat melakukan aksi selalu membawa-bawa nama bupati terpilih,” katanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, terdapat puluhan PKL datang ke Mapolsek Kraksaan untuk melaporkan aksi premanisme yang dilakukan oleh Agus tersebut.

Para PKL memadati halaman Mapolsek sekitar pukul 10.00. Laporan yang dilakukan PKL ini berjalan dengan kondusif, tidak mengganggu pengunjung Mapolsek Kraksaan lainnya.

MELAPOR: Para korban aksi premanisme yang dilakukan Agus melapor ke Mapolsek Kraksaan
MELAPOR: Para korban aksi premanisme yang dilakukan Agus melapor ke Mapolsek Kraksaan

Didik menambahkan, sejatinya ada 8 orang yang telah menjadi langganan korban aksi pemerasan dan premanisme yang dilakukan oleh Agus.

Perangai Agus tidak disukai lantaran meminta dengan cara kasar dan membuat pedagang lainnya merasa resah. Mereka khawatir akan menjadi sasaran aksi premanisme. Karena itulah, para PKL yang belum menjadi korban juga melakukan aksi solidaritas mengawal rekannya yang menjadi korban melaporkan pada Polsek Kraksaan.

“Ada 110 PKL di Stadion Gelora Merdeka. Yang ikut hari ini (kemarin, Red) sekitar 70 pedagang. Ini merupakan aksi solidaritas agar aksi premanisme tidak terulang kembali,” bebernya.

Di sisi lain, Panit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan aksi premanisme yang dilakukan oleh terlapor.

Saat ini pihaknya masih meminta keterangan pada para korban. Selanjutnya laporan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Laporan sudah kami terima, saat ini korban masih dimintai keterangan. Selanjutnya akan kami lakukan penyelidikan,” terangnya.

Sebelumnya, Agus, 50, warga Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, menjadi sasaran amukan massa di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Minggu (5/1) dini hari. Pengeroyokan tersebut diduga dipicu karena massa kesal dengan perilaku Agus yang suka memalak pedagang.

Sejak dua bulan belakangan, Agus kerap meminta jatah pada pedagang. Hal itu membuat pedagang merasa tidak nyaman. Hampir setiap PKL mangkal, Agus selalu datang. Pedagang yang didatanginya seringkali menuruti kemauan Agus.

Pasalnya, jika tidak menuruti kemauannya, akan membentak dan melakukan tindakan premanisme. Hal inilah yang membuat pedagang merasa kesal.

Aksi pengeroyokan tersebut kemudian dilaporkan oleh HS, istri Agus minggu (5/1) sore. PKL yang tak terima, kemudian melaporkan balik Agus. Kini perkara tersebut sedang diproses oleh Polsek Kraksaan. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#gelora merdeka #pkl #premanisme #pengeroyokan #stadion #Kraksaan