KRAKSAAN, Radar Bromo - Program makan bergizi gratis (MBG) memang belum dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo.
Sebab, sampai saat ini belum ada petunjuk teknis (juknis) tentang tata cara pelaksanaan MBG dari pemerintah pusat.
Pemkab Probolinggo memilih unutk menunggu juknis tentang program MBG dari pemerintah pusat.
Namun, Pemkab Probolinggo sudah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan MBG di Kabupaten Probolinggo.
Cukup besar anggarannya. Mencapai Rp 10 Miliar yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Probolinggo.
Meski Pemkab Probolinggo belum melaksanakan program MBG di Kabupaten Probolinggo, namun Polres Probolinggo sudah melaksanakan program ini.
Seminggu sekali, yaitu setiap hari Jumat, Polres Probolinggo melaksanakan program MBG di sekolah-sekolah.
Bahkan, saat ini program MBG yang dilakukan Polres Probolinggo itu sudah berjalan tiga kali. Artinya, sudah berjalan tiga minggu.
Selama tiga kali dilaksanakan itu, MBG digelar di tiga sekolah yang berbeda. Program MBG pada Jumat pertama dilakukan di SDN Kedung Caluk 2, Kecamatan Krejengan kepada 90 anak.
Lalu pada Jumat kedua, program MBG Polres Probolinggo dilakukan di MI Nurud Dzalam, Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan untuk 53 anak.
Dan pada Jumat (3/1) pekan lalu atau Jumat ketiga, program MBG Polres Probolinggo dilaksanakan di SDN Gejugan, Kecamatan Pajarakan pada lebih dari 100 anak.
Anggaran program MBG ini menurut Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana berasal dari swadaya anggota di Polres Probolinggo.
“Jadi kami setiap Jumatnya bersedekah. Dan hasil sedekah itu ini dijadikan program makan bergizi gratis,” kata Kapolres Probolinggo.
Program ini menurut Kapolres, dilakukan sebagai upaya mendukung Program Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu program MBG.
Yang paling penting menurutnya, setiap porsi makanan untuk program MBG ini nilainya hanya Rp 10 ribu.
Jumlah itu sengaja dipilih untuk membuktikan bahwa uang Rp 10 ribu bisa memberikan makanan bergizi pada siswa.
“Kami ingin memberi tahu bahwa dengan Rp 10 ribu saja bisa menjadi makanan bernilai gizi baik,” lanjutnya.
Bahkan, Polres Probolinggo bekerja sama dengan ahli gizi demi merancang makanan bergizi tinggi pada siswa dengan nilai Rp 10 ribu saja.
“Kami bekerja sama dengan ahli gizi untuk program ini. Sehingga, setiap porsi makanan yang kami bagian telah memenuhi nilai gizi yang pas,” ujarnya. (mu/hn)
Editor : Achmad Syaifudin