Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masuk Musim Hujan, Dinas Pertanian di Probolinggo Waspadai Wabah PMK dan LSD

Achmad Arianto • Senin, 6 Januari 2025 | 18:25 WIB

 

 

 

JEMPUT BOLA: Petugas memeriksa ternak di kandang. Penyakit Hewan Menular Strategis saat musim hujan, kini terus diwaspadai di Kabupaten Probolinggo.
JEMPUT BOLA: Petugas memeriksa ternak di kandang. Penyakit Hewan Menular Strategis saat musim hujan, kini terus diwaspadai di Kabupaten Probolinggo.

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) selama musim hujan.

Upaya menekan potensi menyebarnya penyakit itu pun dilakukan secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, ada dua PHMS yang saat ini diwaspadai. Yaitu, PMK dan LSD.

Sebab, potensi penyebarannya cukup tinggi. Sehingga, perlu ada perhatian serius agar temuan penyakit dapat segera diatasi dan tidak menyebar secara masif pada ternak lainnya yang sehat.

“Musim hujan saat ini, PHMS yang masih diwaspadai adalah PMK dan LSD. Tentunya perlu jadi perhatian agar tidak menyebar,” katanya.

Menurutnya, PHMS dapat terjadi karena berbagai hal. Salah satunya, karena musim hujan.

Berbagai upaya pun telah dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan. Seperti, jemput bola memeriksa kondisi ternak di kandang.

Selanjutnya, jika ada temuan, ternak segera ditangani sampai sembuh. Bukan hanya untuk mencegah penyebaran virus, juga dilakukan vaksinasi pada ternak.

Dengan demikian, kekebalan tubuh ternak lebih terjaga dan tidak mudah terpapar virus.

Selain itu, dilakukan penyemprotan atau desinfeksi pasar hewan secara keseluruhan di delapan pasar hewan.

Meliputi Pasar Bucor, Kecamatan Pakuniran; Pasar Besuk, Kecamatan Besuk; dan Pasar Tambakrejo, Kecamatan Tongas.

Selanjutnya, Pasar Muneng, Kecamatan Sumberasih; Pasar Banyuanyar, Kecamatan Banyuanyar; Pasar Maron, Kecamatan Maron. Lalu, Pasar Leces, Kecamatan Leces dan Pasar Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar.

Niko menambahkan, pengawasan di pasar hewan dilakukan berkoordinasi dengan pengelola pasar untuk memastikan kondisi ternak sehat. Sehingga, tidak menularkan virus pada hewan lainnya.

“Pemilik ternak juga berperan penting mencegah penyebaran virus. Tidak melalulintaskan ternak yang sedang sakit, menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus,” pungkasnya. (ar/hn)

Editor : Abdul Wahid
#pmk #peternakan #LSD #wabah