PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton berkomitmen meningkatkan energi hijau melalui Program Co-Firing Pembangkit. Co-firing merupakan teknologi pencampuran bahan bakar di PLTU. Terutama biomassa untuk mengurangi pemakaian batu bara. Co-Firing dinilai dapat menjadi jembatan untuk mengurangi emisi di PLTU dalam mencapai net zero emission.
Sejak 2020, PT PLN Nusantara Power UP Paiton secara bertahap melakukan penerapan co-firing biomassa pada PLTU Unit 1, 2, dan 9. Dimulai dengan pemanfaatan 5 persen biomassa, angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 10 pesen.
Total energi hijau yang dihasilkan selama periode 2020 hingga 2024 mencapai 485.931 GWh, dengan kontribusi untuk tahun 2024 hingga bulan November tercatat sebanyak 195.145 GWh. Akhir tahun 2024 dan 2025 perusahaan juga fokus pada pengembangan feedstock biomassa.
Atas capaian dalam pemanfaatan biomassa sebagai energi hijau itu, PLN Nusantara Power UP Paiton diganjar apresiasi Subroto Award 2024 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Kinerja Pelaksana Co-firing Biomassa pada Oktober lalu.
PLN Nusantara Power UP Paiton juga terus mengembangkan variasi pemakaian jenis biomassa demi memenuhi target bauran energi baru terbarukan (EBT) dan penurunan net zero emission. Perusahaan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) mewujudkan pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai bahan bakar dalam melaksanakan co-firing biomassa.
LRUK merupakan limbah sisa dari produksi uang kertas dari BI. LRUK ini telah dilakukan pengujian di laboratorium maupun uji bakar untuk co-firing di PLN Nusantara Power UP Paiton. MoU berisi kesepahaman antara Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur (Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember) dengan PLN Nusantara Power UP Paiton, untuk melaksanakan pemanfaatan LRUK. Berlaku mulai Oktober 2024 hingga Juli 2025.
Selain Subroto Award 2024, atas komitmennya dalam penerapan Co-Firing Pembangkit, PLN Nusantara Power UP Paiton juga diganjar Piagam Aditama dalam bidang Bioenergi untuk kategori Kinerja Pelaksana Co-Firing Biomassa dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM pada Desember 2024.
Sementara untuk memperkuat implementasi maturity level sustainability serta nilai ESG (Environmental, Social, Governance) pada perusahaan, pada Juli 2024, PLN Nusantara Power bersama PT Surveyor Indonesia, melakukan kick off piloting project ESG serta re-launcing Program Akustik (Ayo Kurangi Sampah Plastik) di PLN Nusantara Power UP Paiton.
Program Akustik ini menjadi bagian program ESG. Serta sebagai bentuk komitmen perusahaan dan karyawan dalam mengurangi penggunaan sampah plastik di kegiatan operasional maupun nonoperasional. UP Paiton dipilih karena dianggap paling mature. Mulai dari pembangkit pertama yang mengimplementasikan co-firing dan telah mendapatkan proper emas berkali-kali.
Atas dedikasinya dalam menjaga kelestarian lingkungan, Oktober lalu PLN Nusantara Power UP Paiton menjadi juara 1 Kategori Biodiversity Actions ESG Awards 2024. Penghargaan ini diraih melalui program unggulan Bumi Harmoni Lestari, yang merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi lingkungan.
Pada November kemarin, PT PLN Nusantara Power UP Paiton diganjar penghargaan dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA). Masuk kategori Gold pada poin SDGs 8.3 (b) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi yang tercermin pada program CSR unggulan perusahaan pada Program Petani Aren Mandiri (PAMAN) di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Program PAMAN juga mendapat penghargaan di bidang Inovasi Sosial Kategori Silver dalam ajang Environment and Social Innovation Award (ENSIA) 2024 di Bali. Penghargaan ENSIA merupakan bagian dari IDSurvey untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang diselenggarakan oleh Sucofindo.
Sebelumnya, PLN Nusantara Power UP Paiton me-launching Program PAMAN dan penanaman bibit aren di desa setempat. Program ini mencakup distribusi bibit aren unggul, penyuluhan mulai dari pemilihan lahan, teknik penanaman, proses pascapanen, dan pemasaran. Serta, gedung, peralatan produksi, sampai bibit aren.
Program Kampung Iklim (Proklim) juga mendapat apresiasi. Tahun ini berupa penghargaan Pendukung Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sejak 2019 PLN Nusantara Power UP Paiton telah mendampingi 10 desa di Kabupaten Probolinggo dalam mengatasi dampak dan adaptasi perubahan iklim.
Selain itu, sejumlah kegiatan pelestarian lingkungan juga dilaksanakan tahun ini. Seperti rehabilitasi dan merawat terumbu karang dalam menjaga ekosistem laut dengan metode Hanging Garden Coral Bank (Green Jetty) di kawasan Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Bekerja sama dengan Binor Underwater Community (BUC).
Dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT PLN Nusantara Power, juga melakukan berbagai aksi. Di antaranya, mendukung program penghijauan dan konservasi mata air dengan memberikan bantuan 1.000 bibit tanaman bambu dan buah di Kabupaten Situbondo.
Serta, 2.000 bibit pohon mangga di wilayah Kota Probolinggo dan 1.000 bibit mangrove dalam rangka Hari Menaman Pohon Indonesia di Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Serta penanaman bibit pohon gamal di lahan kritis di Desa Tambakukir, Kecamatan Kotaanyar. Ada 5 ribu bibit pohon gamal dan ratusan bibit pohon buah yang diserahkan ke masyarakat. Pohon gamal itu nantinya, bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku co-firing
Kemudian, bantuan alat produksi pupuk bagi kelompok binaan. Yakni, Kelompok Ternak Setia Bakti Desa Selobanteng, Kabupaten Situbondo.
PLN Nusantara Power UP Paiton menyerahkan 46 jangkar besi kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ojek Laut Nelayan di Desa Binor. Perusahaan ini juga menginisiasi program pemberdayaan masyarakat melalui budi daya kambing perah di Desa Tambakukir, Kecamatan Kotaanyar.
Selain itu, PLN UP Paiton memberikan 5 set Alat Pelindung Diri (APD) kepada kelompok pengelola PLTMH di Dusun Tanah Merah, Desa Batur, Kecamatan Gading, untuk meningkatkan keselamatan kerja. Untuk meningkatkan keterampilan, perusahaan mengajak kelompok tersebut studi banding ke Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, dalam pengelolaan PLTMH dan kopi lokal.
Aksi sosial perusahaan juga mencakup penyerahan santunan dan sembako pada Ramadan dan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha. Kemudian, bantuan logistik untuk korban banjir di Dringu. Serta, berbagi buku dan baju bersama madrasah di Desa Tambakukir.
PLN Nusantara Power UP Paiton juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Probolinggo pada awal 2024. Berupa pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara untuk mendukung pembangunan infrastruktur. FABA dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving, batako, bata interlock, dan paving tahu. (uno/adv)
Editor : Ronald Fernando