Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek Strategis di Tahun 2025 di Kab Probolinggo Difokuskan Perbaikan Jalan-Revitalisasi Jembatan, Lelang Dini Diberlakukan

Agus Faiz Musleh • Kamis, 26 Desember 2024 | 16:10 WIB

 

 

RAMPUNG: Jembatan Sebaung yang terletak di ruas Jalan Sebaung-Sumberkerang Desa Sebaung Kecamatan Gending yang rampung.
RAMPUNG: Jembatan Sebaung yang terletak di ruas Jalan Sebaung-Sumberkerang Desa Sebaung Kecamatan Gending yang rampung.

KRAKSAAN, Radar Bromo–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah merancang berbagai proyek strategis untuk tahun 2025.

Konsentrasinya, proyek fisik  itu mulai pembangunan jalan dan revitalisasi jembatan utama.

Proyek fisik ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperbaiki infrastruktur yang sudah tua.

Salah satu proyek strategis yang akan dimulai adalah pembangunan jalan Condong-Segaran dengan panjang sekitar 7,6 kilometer.  

“Lelang dini sudah direncanakan dengan anggaran sebesar Rp 23,6 miliar. Pekerjaan akan mencakup pengaspalan hotmix, pemasangan TPT, drainase beton, dan pembangunan bahu jalan,” kata Kepala PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra.

Persiapan untuk proyek ini sedang dilakukan melalui pengadaan barang dan jasa.  Selain itu, perbaikan jalan Krucil-Tambelang juga menjadi fokus.

Namun, dari total panjang jalan yang rusak 9 kilometer, anggaran yang tersedia hanya memungkinkan perbaikan sepanjang 1,3 kilometer.

“Anggaran sebesar Rp 6,3 miliar akan digunakan untuk perbaikan jalan dengan metode yang sama, yaitu hotmix, TPT, drainase beton, dan pembangunan bahu jalan,” jelasnya.

Jembatan Curahbubur yang menghubungkan wilayah Paras dan Tegalsiwalan juga masuk dalam proyek strategis tahun depan.

Dengan anggaran Rp 9,4 miliar, jembatan ini akan dibangun dengan bentang 40 x 6 meter.

“Revitalisasi jembatan menjadi prioritas setiap tahun, khususnya jembatan utama yang sudah berusia tua. Bahkan ada yang berasal dari zaman Belanda. Jika tidak segera diperbaiki, risiko putus sangat besar, dan itu akan berdampak pada konektivitas wilayah,” ungkap Hengki.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas harian masyarakat. Tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.

“Harapannya, proyek ini dapat mendukung konektivitas yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Di 2023, sejumlah proyek fisik juga telah diselesaikan. Proyek fisik ini mencakup pembangunan jalan, tanggul penahan tanah (TPT), serta infrastruktur penunjang lainnya.

Salah satu proyek besar adalah pembangunan jalan Besuk-Glagah dengan hotmix sepanjang 6,7 kilometer.

Hengki menyebutkan bahwa proyek ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar.

“Proyek ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah,” ujarnya.

Proyek TPT (Tanggul Penahan Tanah) di Sopeh juga telah rampung, meski sebelumnya mengalami pemutusan kontrak. Proyek senilai Rp 2,5 miliar ini bertujuan untuk mengamankan jalan dari potensi putus.

“TPT ini menghubungkan Sopeh ke Puncak Sari. Kalau tidak dibangun, jalan bisa terputus. Ada rigid juga untuk memperkuat struktur jalan,” jelas Hengki.

Pembangunan TPT di Sukapura dengan anggaran Rp 3,03 miliar menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran akses menuju Gunung Bromo.

Proyek ini mencakup pembangunan 11 TPT dari Sukapura hingga Cemoro Lawang.

“Ini untuk mengamankan badan jalan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Mengingat Gunung Bromo adalah destinasi wisata utama, kami juga telah memasang guardrail di semua titik yang diperlukan,” tambahnya.

Proyek pembangunan jalan dari pertigaan Tiris ke Tlogosari juga menjadi prioritas dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 8,79 miliar. Infrastruktur ini meliputi hotmix, drainase, TPT, dan jalan beton.

“Hasilnya akan mempermudah distribusi barang dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat setempat. Namun, masih ada sekitar 4 kilometer jalan yang perlu diselesaikan,” ungkap Hengki.

Kemudian proyek jembatan sebaung yang terletak di Ruas Jalan Sebaung-Sumberkerang Desa Sebaung Kecamatan Gending, sebagai bagian dari peningkatan konektivitas antar wilayah. Anggaran pada proyek ini sebesar Rp 3 Miliar.

"Seluruh proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tetapi juga mendukung perkembangan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Probolinggo," ujarnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pemkab probolinggo #Infrastrukstruk #proyek fisik #perbaikan jalan