PROBOLINGGO, Radar Bromo - Perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh dua siswa SMP di GOR Sasana Krida, Kraksaan, menjadi perhatian serius.
Insiden ini viral setelah videonya tersebar di media sosial. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo dan DPRD setempat memberikan tanggapan terkait kejadian ini, dengan menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan pengawasan orang tua.
ASR 15, dan FAP 14, kedua pelajar yang berasal dari Kecamatan Kraksaan, diketahui melakukan perbuatan amoral pada Senin (16/12) pukul 14.30.
Berdasarkan keterangan, ASR meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke Sumberlele Park (SL Park) sebelum akhirnya menuju GOR Sasana Krida.
Di tempat itu, keduanya melakukan hubungan tidak senonoh hingga direkam oleh seseorang, yang kemudian memviralkan video tersebut.
Sebelumnya, ASR dan FAP mengelabui guru di sekolah mereka dengan menulis surat izin palsu.
Kedua siswa ini keluar rumah dengan mengenakan seragam sekolah, lalu berpura-pura berangkat sekolah.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menyampaikan bahwa peristiwa ini terjadi di luar tanggung jawab sekolah karena terjadi di luar jam pelajaran.
“Pada saat itu memang jam sekolah, tetapi sekitar waktu pulang. Jadi, kejadian ini di luar tanggung jawab sekolah. Guru pun telah dikelabui oleh surat izin palsu yang mereka buat,” jelasnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa langkah pencegahan harus melibatkan pendidikan karakter dan pengawasan dari orang tua.
“Pendidikan karakter ini sangat penting, terutama kejujuran. Dengan adanya kejadian ini, jelas bahwa pendidikan karakter sangat dibutuhkan. Ini yang kita gaungkan tahun ini untuk menjadi prioritas di dunia pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Probolinggo, Rendra Hadi Kusuma, juga memberikan perhatian terhadap kasus ini.
Pihaknya akan segera memanggil Disdikdaya untuk meminta penjelasan dan mencari solusi agar insiden serupa tidak terulang.
“Sejatinya ini merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua. Kami akan meminta klarifikasi dari dinas pendidikan dan memastikan langkah pencegahan ke depan,” ujar Rendra.
Di samping itu, ada fakta baru tentang sejoli tersebut, Bunga (bukan nama asli) salah satu teman sekolah kedua pelaku, mengungkap bahwa ini bukan kali pertama ASR dan FAP melakukan tindakan tidak pantas.
“Beberapa kali mereka kepergok oleh teman-teman keluar berdua dari sekolah. Ada yang sempat mengikuti mereka ke masjid di daerah Kraksaan, tetapi mereka berpindah tempat ke semak-semak untuk melanjutkan perbuatan tak senonoh tersebut. Sampai akhirnya kejadian berikutnya yang viral itu,” tuturnya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid