KRAKSAAN, Radar Bromo–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo telah merampungkan asesmen terhadap kerusakan tanggul penahan ombak di Dusun Karanganom, Desa Karanganyar.
Berdasarkan hasil asesmen, ada dua tanggul yang jebol. Rinciannya, satu tanggul mengalami kerusakan sepanjang 20 meter, sementara satu lainnya mengalami kerusakan di bawah 20 meter.
“Hasilnya, 20 meter tanggul yang jebol itu rencananya akan ditangani dengan bronjong,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Kamis (19/12).
Menurutnya, langkah sementara yang diambil adalah memasang bronjong sebagai penahan darurat.
“Kami siapkan 100 bronjong untuk penanganan sementara. Tentu ini bukan solusi permanen. Untuk penanganan permanen, nantinya bisa ditangani oleh PUPR atau DPKPP Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Eksekusi pemasangan bronjong akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas PUPR.
“Desain pemasangan bronjong ini berasal dari PUPR. Jadi, kami bekerja sama dengan mereka untuk melaksanakan eksekusi di lapangan,” jelasnya.
Selain di Desa Karanganyar, kerusakan tanggul juga terjadi di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan.
Tanggul rusak setelah hujan lebat yang disertai angin beberapa waktu lalu. Di lokasi tersebut, empat tanggul jebol dan kini sedang dalam proses penanganan.
“Di Desa Penambangan tengah kami proses pemasangannya,” tutur Oemar Sjarief. Langkah-langkah penanganan ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir rob yang sering terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid