DESA Tempuran, Kecamatan Bantaran terus berbenah demi meningkatkan kesejahteraan warganya. Dengan populasi sekitar 1.100 kepala keluarga (kk) yang mayoritas bekerja sebagai petani, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemerintah Desa (Pemdes) Tempuran tahun ini.
Pemdes Tempuran membangun dua sumur bor sibel di Dusun Krajan, tepatnya di RT 01 dan RT 03/RW 01. Kepala Desa Tempuran, Alisat menjelaskan bahwa sumur bor ini menjadi solusi dari keterbatasan jangkauan sumur bor lama yang tidak mampu mengairi sawah di lokasi yang lebih jauh.
“Sumur bor sibel ini menjadi alternatif yang lebih efektif dan efisien, terutama saat solar langka dan mahal. Sibel menggunakan listrik, sehingga mampu mengairi sekitar 15 hektare sawah bahkan saat malam hari asalkan listrik tidak padam,” jelasnya.
Selain sumur bor, Pemdes Tempuran juga membangun jalan usaha tani di Dusun Krajan RT 01/RW 01.
Jalan ini terbagi menjadi dua titik. Lokasi pertama memiliki panjang 125 meter dan lebar 1,5 meter, lalu lokasi kedua memiliki panjang 175 meter dan lebar 1 meter.
Sebelum dirabat beton, jalan ini masih berupa tanah. Ketika hujan, kondisi jalan menjadi licin dan membahayakan warga yang melintas.
“Setelah pembangunan selesai, warga merasa sangat terbantu karena jalan sudah aman dilalui kendaraan roda dua. Bahkan, biaya pengangkutan hasil panen turun hingga 50 persen. Ini sangat meringankan beban para petani,” tuturnya.
Pemdes Tempuran juga memasang enam lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya yang tersebar masing-masing dua titik di tiga dusun. Yakni Dusun Krajan, Dusun Lampean, dan Dusun Kapuran. Penerangan ini bertujuan meningkatkan keamanan dan mengurangi potensi kerawanan, seperti pencurian hewan.
“Dengan adanya penerangan jalan, aktivitas warga di malam hari jadi lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Di Dusun Lampean RT 13/RW 04, Pemdes Tempuran membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di area pemakaman desa. Hal ini dilakukan sebagai respons atas seringnya tanah makam tergerus aliran sungai yang berada di dekatnya.
“Beberapa makam bahkan sempat hanyut terbawa arus akibat tanah yang terkikis. Kami membangun TPT setinggi 5 meter dengan panjang 51 meter. Alhamdulillah, sekarang area pemakaman sudah aman,” ungkap Alisat.
Menurut Alisat, seluruh pembangunan yang dilakukan Pemdes Tempuran merupakan hasil dari musyawarah desa (musdes) yang melibatkan masyarakat dari setiap dusun.
Dengan cara ini, usulan prioritas dari warga dapat terealisasi sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran desa.
“Musdes kami lakukan secara bertahap di tiap-tiap dusun. Usulan-usulan dari masyarakat kami tampung, lalu kami pilih yang paling prioritas untuk direalisasikan. Dengan demikian, pembangunan di Desa Tempuran lebih terarah dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Luncurkan Program Unggulan, yang Sudah Terbentuk Kampung Nahdlatul Ulama
Selain membangun infrastruktur, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, JUGA berinovasi dengan berbagai program bermanfaat yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Program tersebut meliputi pembentukan Kampung Nahdlatul Ulama (NU), penguatan Desa Inklusif, hingga digitalisasi layanan publik demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Pada Agustus 2024 lalu, Pemdes Tempuran resmi membentuk Kampung Nahdlatul Ulama (NU) di Dusun Krajan RT 01/RW 01. Program ini merupakan satu-satunya kampung NU di Kabupaten Probolinggo.
Kehadiran kampung ini tidak hanya menjadi simbol keagamaan. Tetapi juga memperkuat kerukunan antarwarga melalui berbagai kegiatan positif.
Bendahara Desa Tempuran, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa Kampung NU mendorong warga untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
“Kegiatan seperti khotmil Quran kini rutin digelar setiap bulan, dan Salawat Burda menjadi agenda tetap. Selain itu, pemuda kampung turut berperan aktif, terutama dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan peringatan HUT RI setiap bulan Agustus,” ujar Rahman.
Desa Tempuran juga telah mendeklarasikan diri sebagai desa inklusif yang ramah terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan mendukung pertumbuhan semua kelompok masyarakat.
Untuk menjaga kesehatan anak-anak dan lansia, Pemdes Tempuran rutin menggelar kegiatan Posyandu di setiap dusun secara bergilir.
Program ini memastikan layanan kesehatan dasar dapat dijangkau seluruh warga, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
“Sementara untuk penyandang disabilitas, tahun depan kami akan mulai memberikan pembinaan melalui pelatihan khusus. Jenis pelatihannya akan disesuaikan dengan kemampuan dan potensi yang mereka miliki agar bisa lebih produktif,” lanjut Rahman.
Mengikuti perkembangan zaman, Desa Tempuran terus bergerak menuju desa digital. Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah mendirikan BUMDes WiFi untuk menyediakan akses internet bagi masyarakat. Program ini mendukung kebutuhan warga, mulai dari belajar daring hingga menjalankan usaha kecil berbasis digital.
“Tahun depan, kami juga akan merenovasi ruang pelayanan agar masyarakat lebih nyaman dalam mengurus berbagai keperluan administrasi. Selain itu, kami akan meluncurkan layanan BUMDes untuk pembayaran pajak kendaraan, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh keluar desa untuk memenuhi kewajibannya,” tambah Rahman. (gus/fun/*)
APBDES PEMERINTAH DESA TEMPURAN TAHUN ANGGARAN 2024
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa -- Rp 11.040.000,00
Pendapatan Transfer -- Rp 1.586.345.676,00
Pendapatan Lain-Lain -- Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN -- Rp 1.597.385.676,00
BELANJA
Belanja Pegawai -- Rp 344.639.472,00
Belanja Barang dan Jasa -- Rp 495.946.404,00
Belanja Modal -- Rp 686.953.000,00
Belanja Tak Terduga -- Rp 90.886.800,00
JUMLAH BELANJA -- Rp 1.618.425.676,00
SURPLUS (DEFISIT) -- Rp (21.040.000,00)
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan -- Rp 31.040.000,00
Pengeluaran Pembiayaan -- Rp 10.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO -- Rp 21.040.000,00
SISA LEBIH/(KURANG) PEMBIAYAAN ANGGARAN -- Rp 0,00