PAJARAKAN, Radar Bromo- Jembatan Pajarakan di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kembali rusak. Pelat baja lantai jembatan ujung barat perlu penanganan. Perbaikan ini diperkirakan butuh waktu sepekan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Timur Endi Aktoni mengatakan, ditemukan kerusakan di bagian sisi barat jembatan. Setelah diidentifikasi, kerusakannya berada di bagian pelat baja yang tertutup bagian lantai jalan.
“Pelat baja patah, tembus ke bagian aspal. Sebelumnya sudah kami lakukan pemeliharaan. Rupanya masih memerlukan penanganan lanjutan,” ujarnya, Selasa (10/12).
Perbaikan jembatan ini dilakukan sejak Senin (9/12). Secara teknis, pengerjaan akan dilakukan dengan beberapa tahapan. Mulai dari pembongkaran permukaan jembatan yang rusak sampai menyentuh bagian segmen. Dengan demikian, pekerja terlebih dahulu harus membongkar lapisan aspal dan beton.
“Ada dua lapisan yang rencananya akan dibongkar. Mulai dari aspal, kemudian beton, sampai ke lapisan baja. Pelat baja ini nanti yang akan diperbaiki,” jelasnya.
Sebelumnya, sisi barat jembatan ini sudah pernah diperbaiki. Namun, di sisi selatan. Saat itu, segmen jembatan menurun 5 sentimeter, sehingga dikembalikan ke posisi semula. Kini, berganti di sisi utara yang rusak, sehingga membuat jembatan perlu kembali diperbaiki.
Rusaknya jembatan ini diduga karena termakan cuaca dan waktu. Usianya sudah tua. Jembatan ini dibangun pada 1991. Jembatan Pajarakan merupakan akses penting di Jalur Pantura. Menjadi penghubung pulau Jawa dengan Pulau Bali.
“Pengerjaan kami lakukan 24 jam. Jika tidak ada kendala, baik kendala teknis maupun kendala cuaca, pengerjaan bisa selesai seminggu. Walaupun demikian, ada prosedur yang harus dilakukan, sehingga perbaikan memang membutuhkan waktu,” jelasnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando