Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BPBD: Waspada Bencana Hidrometeorologi di Musim Hujan

Agus Faiz Musleh • Jumat, 6 Desember 2024 | 15:45 WIB

BENCANA HIDROMETROLOGI: Banjir yang terjadi di Kota Pasuruan, Kamis (5/12) malam. Bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai saat musim hujan.
BENCANA HIDROMETROLOGI: Banjir yang terjadi di Kota Pasuruan, Kamis (5/12) malam. Bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai saat musim hujan.
 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Musim kini sudah berganti ke hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo meminta agar masyarakat waspada terhadap bencana  hidrometeorologi.

Bencana ini dapat terjadi kapan saja, meskipun saat ini masih memasuki awal musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, bencana hidrometeorologi mencakup fenomena bencana alam yang berhubungan dengan atmosfer, air atau lautan yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar, mulai dari hilangnya nyawa, cedera, kerusakan harta benda hingga gangguan sosial dan ekonomi.

“Hidrometeorologi basah meliputi curah hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, banjir dan longsor. Sedangkan hidrometeorologi kering meliputi kekeringan, kebakaran hutan, lahan dan kualitas udara buruk,” ujarnya.

Oemar juga menyampaikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena La Nina yang diperkirakan akan berlangsung hingga April 2025.

“La Nina, yang disebabkan oleh pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 20-40 persen lebih tinggi dari normal, yang dapat memicu bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai fenomena musim hujan yang bersamaan dengan La Nina, yang dapat berlangsung hingga Maret atau April 2025,” jelasnya.

Oemar menekankan, pentingnya tata kelola air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Termasuk gerakan panen air hujan serta penyesuaian rencana tanam yang lebih berkelanjutan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui BMKG guna mengantisipasi potensi bencana,” terangnya.

Sementara Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo.

Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat, TNI, Polri serta dunia usaha.

“Melalui rapat koordinasi beberapa waktu lalu, saya berharap masyarakat dapat lebih siap siaga dan memiliki pengetahuan yang memadai dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Pentingnya pemahaman masyarakat mengenai titik evakuasi dan perlindungan yang aman untuk meminimalkan korban bencana,” katanya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bencana hidrometeorologi #angin kencang #bencana banjir