Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Wilayah di Kab Probolinggo Ini Dipantau Intens karena Sering Terjadi Tumpukan Sampah

Achmad Arianto • Kamis, 21 November 2024 | 21:25 WIB

 

 

BERSERAKAN: Sampah berserakan di ruas jalan Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan.
BERSERAKAN: Sampah berserakan di ruas jalan Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Masalah sampah menjadi atensi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo.

Sebabnya, hingga kini masih ditemukan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Pemantauan wilayah potensi tumpukan sampah dan percepatan penanganan terus dilakukan.

Persoalan sampah menjadi masalah klasik yang kerap ditemukan dilingkungan masyarakat.

Sampah rumah tangga yang tidak dibuang pada tempat yang telah disediakan akan menyebabkan berbagai masalah.

Diantaranya menciptakan lingkungan yang kotor dan tidak sedap dipandang. Kemudian dapat menyebabkan masalah kesehatan. Sampah yang dibuang di sungai atau selokan dapat menyebabkan bencana banjir dan genangan.

“Masalah sampah itu persoalan kompleks. Sampah yang dibuang sembarangan bisa berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan,” ujar Plt Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Aat Kardono.

Untuk mengantisipasi dan menanggulangi dampak tersebut DLH telah melakukan beberapa cara.

Melakukan pemantauan pada wilayah yang sering ditemukan tumpukan sampah. Serta mengangkut sampah secara rutin pada TPS dan kontainer DLH.

Sejauh ini ada 3 wilayah yang menjadi atensi potensi tumpukan sampah meliputi Kecamatan Kraksaan, Paiton, dan Dringu. Wilayah tersebut menjadi atensi lantaran terdapat fasilitas publik yang kerap dikunjungi oleh masyarakat. Serta terdapat perumahan dan pemukiman padat penduduk.

Dengan demikian produksi sampah menjadi lebih menonjol dibandingkan dengan wilayah lainnya.

“Kalau pengangkutan sampah di tempat publik rutin kami lakukan. Sementara wilayah lain dalam hal pengangkutan kami prioritaskan pada TPS dan kontainer,” bebernya.

Aat menjelaskan jika penanganan sampah tidak hanya dilakukan dengan cara pengangkutan sampah pada TPA. Tetapi juga perlu ada upaya menyadarkan masyarakat untuk membiasakan buang sampah pada tempatnya.

Untuk mewujudkan tersebut pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan memiliki peranan penting. Karena itulah perlu diberikan sosialisasi rutin untuk merubah kebiasaan buang sampah sembarangan serta menjadikan lingkungan sebagai tong sampah umum.

“Perlu pengawasan melekat untuk menyelesaikan persoalan sampah. Koordinasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat memiliki peranan penting menyelesaikan masalah sampah,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#lingkungan #sampah