KRAKSAAN, Radar Bromo - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) distrap Pj bupati Probolinggo Ugas Irwanto, dengan cara dijemur, Senin (11/11) pagi, di depan gedung kantor bupati setempat.
Buntut dari ketidakhadiran mereka dalam upacara peringatan Hari Pahlawan pada Minggu, 10 November lalu.
Mereka dijemur mulai pukul 08.00. Namun belum sampai waktu yang ditentukan, puluhan ASN ini sudah sudah tidak ada di depan gedung.
Mereka bertahan hanya sekitar 1 jam. Padahal, Pj Bupati Probolinggo meminta agar para ASN ini dijemur selama 4 jam, mulai dari pukul 08.00.
Alhasil, Pj Bupati Probilinggo pun kembali berang, dan kembali mengumpulkan para ASN tersebut pukul 11.25 untuk memberi pembinaan dan teguran secara lisan kepada para ASN tersebut.
“Saya kecewa, karena upacara Hari Pahlawan adalah bentuk penghargaan kita atas jasa para pejuang. Ini momen penting bagi ASN untuk menunjukkan penghormatan mereka. Dan tadi tidak sampai 4 jam. Akhirnya saya panggil lagi,” kata Ugas.
Tak seluruh ASN yang tidak datang dalam upacara tersebut hadir untuk menerima sanksi dijemur.
Hanya ada sekitar 26 ASN yang hadir pada Senin. Alhasil, Ugas akan tetap memberikan sanksi yang sama kepada mereka yang tidak hadir.
“Apel ini kan diikuti oleh 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masing-masing diwajibkan mengirimkan 15 perwakilan ASN. Dari total 495 ASN yang diharapkan hadir, tercatat ada 97 orang yang absen. Tadi (kemarin, red) tidak datang keseluruhan. Karena yang hadir ini 26 orang, besok (hari ini) mereka dijemur hanya 2 jam saja. Untuk sisanya yang tidak hadir, 4 jam,” tegas Ugas.
Ugas bilang, hal ini bukan sekadar sanksi. Tetapi upaya untuk menumbuhkan kedisiplinan dan keadilan di antara ASN.
Ia tidak ingin ada ketimpangan antara yang hadir dan yang absen. Ini adalah langkah tegas.
“Kalau masih ada yang tidak hadir lagi tanpa alasan kuat, akan saya BAP (periksa, red). Jika diperlukan, penundaan TPP akan diberlakukan untuk ASN yang tidak disiplin,” jelas Ugas.
Ugas berharap agar seluruh ASN menjadikan peringatan Hari Pahlawan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kedisiplinan dan dedikasi dalam bekerja.
Serta menunjukkan rasa hormat kepada para pahlawan bangsa.
“Mereka kan sudah tidak ikut berjuang untuk kemerdekaan. Jadi harus berikan penghormatan setinggi-tingginya untuk para pahlawan kita,” ujarnya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid