KRAKSAAN, Radar Bromo-Sebuah truk tronton muat kopi hilang kendali dan menabrak rumah di tepi jalan raya pantura masuk Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (21/10) dinihari.
Rumah yang tertabrak truk tronton itu diketahui milik Eni, 48, warga Perum Griya Palm Rahmani.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun dapur rumah korban mengalami kerusakan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.00.
Saat itu pemilik rumah Eni, sedang tidur di kamar rumah bersama dua anaknya.
Kemudian Eni terbangun setelah mendengar suara keras sebuah benda menghantam rumah.
Eni yang penasaran pun lantas keluar kamar. Ia mengecek situasi ruas jalan pantura dari dalam rumah melalui jendela.
Dari jendela itu, dirinya tidak melihat hal-hal yang aneh namun tetap penasaran dengan apa yang terjadi.
Eni pun berinisiatif untuk mengecek langsung situasi luar rumah. Saat keluar melalui pintu dapur sisi timur rumah itulah dirinya baru mengetahui bahwa dapurnya telah ditabrak truk tronton bernomor polisi D 9869 AE.
Eni pun sempat kebingungan saat hendak keluar sebab kepala truk menghalangi pintu.
Truk tersebut menabrak bagian dapur rumahnya. Serta menabrak rombong tempat untuk berdagang.
“Kecelakaannya saya tidak tahu persis. Soalnya waktu kejadian saya sedang tidur. Mendengar suara kemudian terbangun. Rupanya truk sudah menabrak rumah sisi timur rumah,” tutur Eni saat ditemui.
Sementara itu, sopir truk Budi, 48, warga Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi mengaku bahwa truk tronton bermuatan kopi kemasan melakukan perjalanan dari Jakarta hendak ke Banyuwangi.
Sebelum alami kecelakaan, ia sempat beristirahat kemudian melanjutkan perjalanan dari arah barat menuju timur.
Sesampainya di lokasi kejadian, sang sopir mengaku seolah-olah melihat orang sedang menyeberang.
Melihat itu dirinya kaget dan hilang konsentrasi kemudian secara spontan banting setir ke arah kiri jalan hingga menabrak rumah dan truk tronton pun berhenti.
“Saya mengendarai truk hanya kecepatan sekitar 35 kilometer per jam. Saat melintas kaget ada orang menyeberang. Agar tidak tertabrak kemudian banting setir,” terang sang sopir.
Saat itulah, truk hilang kendali dan menyasak rumah. “Setelah truk berhenti (usai menabrak), saya cek jalan ternyata tidak ada orang sama sekali,” imbuh sang sopir.
Menurut keterangan sejumlah warga, di lokasi memang kerap terjadi kecelakaan.
Penyebabnya, hampir sama, pengendara seperti melihat orang menyeberang. Saat dicek, tidak ada apa-apa.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian.
Namun kedua belah pihak antara sopir dan pemilik rumah sepakat menyelesaikan kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan tunggal tersebut secara kekeluargaan.
“Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut dan diselesaikan sendiri antara kedua belah pihak,” terangnya.
Dugaan awal polisi, kecelakaan terjadi karena sopir hilang konsentrasi atau mengantuk. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi