KRAKSAAN, Radar Bromo- Pasien dengan kelainan khusus di Kabupaten Probolinggo masih cukup banyak. Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo menemukan ada 17 orang. Mereka tersebar di 11 kecamatan.
KKKS pun terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap mereka. Khususnya terhadap pasien dari keluarga kurang mampu.
Selain memantau kondisi pasien, KKKS juga memberikan motivasi kepada keluarga pasien agar terus menjaga kesehatan anak-anak mereka yang baru saja menjalani operasi.
“Kami berharap dengan monitoring dan evaluasi dapat mengetahui perkembangan kesehatan pasien setelah operasi. Kami ingin memberikan semangat kepada orang tua pasien agar mereka terus menjaga kesehatan anaknya dengan baik,” ujar Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto.
Rita juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, serta puskesmas, terutama para bidan desa dalam memantau kesehatan pasien secara berkala.
“Kami sangat berharap kerja sama yang baik ini bisa terus berlanjut. Agar pasien bisa cepat sembuh dan kembali beraktivitas seperti anak-anak lainnya,” tambahnya.
Pasien dengan kelainan khusus ini adalah pasien yang memiliki keterbatasan atau keluarbiasaan dalam salah satu atau beberapa kemampuannya. Keterbatasan ini dapat bersifat fisik, mental, sosial, maupun emosional.
Dalam monitoring, Rita juga memberikan bantuan berupa paket sembako untuk keluarga pasien. Dengan harapan dapat mengurangi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan anak-anak mereka.
“Yang terpenting, orang tua harus terus semangat dalam menjaga kesehatan anaknya,” katanya.
Kegiatan ini menyasar 17 pasien yang tersebar di berbagai kecamatan. Di antaranya, di Kecamatan Kraksaan, Besuk, Pakuniran, Sumber, Kuripan, Wonomerto, Lumbang, Maron, Tiris, Leces, dan Banyuanyar. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando