MARON, Radar Bromo- Keberadaan makam dan petilasan palsu di Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terus dipantau.
Sebab, pascabongkar, masih ditemukan aktivitas keagamaan di lokasi tersebut.
Sebelumnya, sejumlah warga meyakini di lokasi ini ada makam dan petilasan Syaikh Maulana Ishaq.
Namun, asal-usul dan sejarahnya tak bisa dipertanggungjawabkan.
Temuan baru ini membuat sejumlah warga asli Desa Gerongan, mempertanyakannya. Akhirnya, makam dan petilasan ini pun dibongkar.
“Sebenarnya sudah dibongkar. Tetapi, masih ada aktivitas,” ujar Wakil Ketua MUI Kabupaten Probolinggo K.H. Abdul Wasik Hannan.
Petilasan ini sudah pernah dibongkar pada 2023. Belakangan lokasinya kembali sering dikunjungi sejumlah orang. Terlebih setelah dibangun musala.
Kiai Wasik mengatakan, pihaknya menemukan aktivitas menyimpang di lokasi tersebut. Setiap malam Kamis, sejumlah orang rutin menggelar istighotsah di musala lokasi petilasan. Namun, bacaan istighotsahnya masuk kategori tidak benar.
Hal itu membuat masyarakat merasa ada keanehan dan cenderung resah, sehingga perlu ada tindak lanjut. Agar lingkungan masyarakat tetap kondusif.
“Pendiri makam dan petilasan dari Kecamatan Tiris. Dulu pernah dibongkar, namun saat ini dibangun musala. Bacaan istighotsah yang dilakukan tidak sesuai. Tidak benar. Makanya kami pastikan itu adalah menyimpang, namun belum sampai dibubarkan,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando