KRAKSAAN, Radar Bromo- Jaringan listrik Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kraksaan, masih kerap terganggu. Sampai Agustus 2024, tercatat terjadi 30 gangguan listrik. Semuanya disebabkan pohon tumbang.
Manajer ULP PLN Kraksaan Rechi Novriadi mengatakan, gangguan aliran listrik akibat pohon roboh masih menjadi perhatian serius.
Sebab, dapat terjadi tanpa mengenal musim. Membuat jaringan listrik yang berdekatan dengan pohon kerap terganggu.
Saat angin kencang, jaringan dapat bergesekan dengan ranting pohon. Bukan hanya itu, angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang ke jaringan dan tiang listrik. Kemudian menyebabkan listrik padam.
“Pohon roboh yang mengenai jaringan masih terjadi. Tidak mengenal musim, bisa terjadi saat musim hujan dan kemarau,” katanya.
Selama kurun waktu Januari–Agustus 2024, ULP PLN Kraksaan telah mendapatkan laporan dan menangani 30 gangguan listrik karena pohon roboh.
Gangguan ini terjadi di wilayah dataran tinggi maupun dataran rendah.
Wilayah yang sering dilaporkan mengalami gangguan listrik berada di Kecamatan dataran tinggi. Hal ini terjadi lantaran banyak pohon yang ditanam dekat jaringan listrik.
Untuk menanggulangi potensi gangguan, petugas lapangan rutin melakukan pengecekan dan pembersihan pohon dekat jaringan. Pohon dekat jaringan listrik di pangkas. Sebab, jaringan listrik harus steril dari pohon minimal 3 meter. Baik bagian atas, bawah, dan samping.
“Wilayah yang sering mengalami gangguan listrik karena pohon roboh, Kecamatan Krucil dan Tiris,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando