Pemerintah Desa Brabe, Kecamatan Maron, berupaya meningkatkan pendapatan asli desa. Karenanya, unit usaha BUMDes terus dikembangkan. Secara bertahap fasilitasnya ditambah, sehingga menjadi magnet bagi pengunjung.
DESA Brabe, memiliki wilayah unggulan berupa Dam Delapan. Saluran irigasi peninggalan Belanda ini merupakan ikon desa setempat yang sering dijadikan jujukan warga. Baik warga lokal maupun luar kota.
Adanya peluang ini, terbaca oleh pemerintah desa setempat. Kemudian, mendirikan sebuah Cafe Dam Delapan di RT 16/RW 6, Dusun Sumur.
Cukup dekat dengan Dam Delapan. Hanya berjarak sekitar 150 meter. Lokasi cukup strategis, sehingga menjadi salah satu tempat kunjungan saat datang ke Dam Delapan.
“Cafe Dam Delapan merupakan salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes Sinar Jaya. Lokasinya cukup strategis,” ujar Bendahara Desa Brabe Syafi'i.
Pembangunan kafe dilakukan pada 2023. Kemudian, di-launching pada awal 2024. Kafe yang dibangun dengan konsep menyatu dengan alam ini memiliki view favorit berupa aliran air dan perbukitan sekitar Dam Delapan. Bangunannya semipermanen dengan bahan kayu. Menyediakan aneka makanan dan minuman khas wilayah setempat.
Keberadaan kafe ini dapat dijadikan salah satu jujukan saat datang ke Dam Delapan. Terbukti sejak launching, kafe ini sering dijadikan tempat pertemuan atau kegiatan penting. Lokasinya begitu nyaman digunakan, khususnya ketika sore hingga malam.
“Kafe buka setiap Sabtu hingga Kamis. Mulai pukul 10.00 sampai 22.00. Jumat libur. Banyak yang datang, baik sekadar mampir atau sengaja pesan untuk kegiatan,” bebernya.
Syafi'i menambahkan, saat ini pemerintah desa telah menyediakan anggaran Rp 60 juta untuk pengembangannya. Anggaran ini rencananya akan dimanfaatkan untuk menambah fasilitas bermain anak dan fasilitas pelengkap lainnya. Dengan harapan, pengunjung merasa lebih betah dan datang kembali bersama keluarga maupun koleganya.
“Kami menangkap potensi, karena itulah bertahap kami kembangkan. Tahun ini juga sudah kami anggarkan,” ujarnya.
Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
BELUM meratanya kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Brabe. Karenanya, pipanisasi air bersih dan water meter menjadi target pembangunan secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat desa.
Proyek ini dilakukan setelah pemerintah desa mempertimbangkan masih ada dusun yang belum terjangkau air bersih. Banyak masyarakat yang mengusulkan pemerataan air ke rumah warga.
Usulan ini kemudian ditindaklanjuti dengan langkah nyata pemerintah desa dengan melakukan pipanisasi dan pemasangan water meter untuk mengontrol penggunaan air bersih.
“Pemerintah desa menampung usulan dari warga, bahwa masih ada dusun yang belum terjangkau air bersih. Kami upayakan kebutuhan air bersihnya terpenuhi,” ujar Bendahara Desa Brabe Syafi'i.
Pipanisasi dilakukan hanya bersifat lokal. Dilakukan antarsaluran air ke water meter rumah. Penangannya, khusus 206 kepala keluarga di RT 17 sampai 20/RW 7, Dusun Klagin.
Sebab, dusun ini merupakan wilayah terdekat saluran air bersih yang diambil dari mata air Pondok Klakah di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris.
Dari sumber ini membentang pipa sepanjang 6 kilometer menuju Dusun Klagin. Air bersih langsung disalurkan dari sumber air yang sebelumnya sudah ada. Semuanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Seperti untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Sebelumnya, pemenuhan air bersih Dusun Klagin belum merata. Saat ini sudah merata. Namun, masih memungkinkan untuk bertambah. Dari Dusun Klagin akan diperluas ke dusun lain yang posisinya lebih rendah,” jelas Syafi’i.
Pemerintah desa memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, tetap dikelola warga. Pengguna air bersih akan dikenakan biaya. Dihitung berdasarkan perputaran water meter pada sambungan pipa.
Hasil penarikan biaya ini digunakan untuk operasional dan pemeliharaan pipa. Dengan demikian, kondisinya lebih terjamin, kebutuhan air bersih juga terpenuhi.
“Biaya penggunaan air bersih lebih murah. Operasional bisa terpenuhi dengan biaya penggunaan. Program ini juga telah memberikan kontribusi pada PADes,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Abdul Wahid