DRINGU, Radar Bromo-Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo masih mengejar pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.
Hingga kini target masih belum sesuai harapan sehingga DKUPP berupaya mengejar target pada triwulan ketiga.
Staf Fungsional Penguji Mutu Barang DKUPP Kabupaten Probolinggo, Aditya Arya Guntoro mengatakan, ada beberapa komponen PAD pasar. Mulai dari retribusi kios, los, bedak baik di pasar tradisional maupun pasar hewan dan parkir pasar.
Karena itulah sub target tersebut harus dipenuhi dalam jangka waktu tahun dengan mekanisme evaluasi triwulan. Sehingga perolehan PAD lebih maksimal.
“Capaian masih belum maksimal karena itulah kami upayakan triwulan ketiga bisa terkejar,” katanya.
Perolehan PAD pasar selama triwulan kedua masih terbilang belum memuaskan. Dari target PAD pasar yang telah ditetapkan sebesar Rp 5,5 miliar, baru terealisasi 44,49 persen atau sebanyak Rp 2,454 miliar.
Jumlah perolehan tersebut masih belum sesuai dengan rencana target yang harus terpenuhi.
DKUPP sebelumnya telah menargetkan setidaknya pada triwulan kedua target sudah terealisasi 50 persen.
Kekurangan tersebut lantaran masih ada piutang. Dengan demikian perlu ada upaya untuk mengejar kekurangan.
Sub target yang telah ditentukan ada beberapa yang menjadi atensi. Mulai dari pasar hewan yang perolehan PAD belum memuaskan.
Sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang ada. Peningkatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pengunjung sehingga dapat memompa pendapatan retribusi pasar.
PAD setiap pasar memiliki potensi pemasukan yang berbeda. Realisasi target dari 34 pasar yang ada di Kabupaten Probolinggo belum maksimal. Sehingga membutuhkan waktu untuk mengumpulkan target yang telah ditetapkan.
“Yang belum melakukan penyetoran retribusi nanti akan kami tagih. Triwulan kedua kami upayakan sudah ada tambahan,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid