Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lahan Tembakau Milik Petani di Kraksaan Ini Tiba-tiba Mengering, Curiga Sengaja Dirusak

Agus Faiz Musleh • Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:00 WIB

 

MENGERING: Salah seorang warga melihat tanaman tembakau milik Mahmud yang dirusak orang tidak dikenal.
MENGERING: Salah seorang warga melihat tanaman tembakau milik Mahmud yang dirusak orang tidak dikenal.
 

KRAKSAAN, Radar Bromo–Pasangan suami istri (Pasutri) di Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, harus merugi puluhan juta.

Sebabnya, lahan tembakau milik mereka mengalami kerusakan. Diduga lahan tembakau itu dirusak orang tidak dikenal.

Pasutri yang mengalami musibah tersebut ialah Amir Mahmud 54, dan Mutmainnah 50. Keduanya warga RT/RW 1 Dusun Sumber, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Mahmud menceritakan, kejadian tersebut sangat membuatnya terkejut. “Minggu (11/8) kemarin, kejadiannya. Minggu pagi, pukul 06.00 itu masih bagus.  Saya sempat datang ke sawah untuk melihat-lihat,” kata Mahmud, Rabu (14/8).

Kejadian itu tak disangkanya. Pasalnya, proses rusaknya tembakau sangat singkat, hanya butuh waktu 4 jam lebih.

“Baru pada pukul 10.00, ada tetangga yang menjemput ke rumah. Menyuruh saya cek tembakau. Saat ke sana, sudah layu semua dan berubah warna kekuningan,” katanya.

Tak hanya layu. Kata Mahmud, saat dicek sejumlah tanaman tembakaunya sudah ada yang mengering.

Iapun menduga jika hal ini bukan terjadi karena faktor alam. Tapi ada seseorang yang berniat buruk terhadap tanaman tembakaunya.

“Sepertinya disiram menggunakan gramukson (cairan pembasmi rumput, red). Membuat daun tembakau mengering dan berubah warna kuning saat terkena sinar matahari,” ujarnya.

Aksi perusakan tembakau yang membuat Mahmud rugi ini diduga dilakukan pada Minggu sekitar pukul 02.00. Saat itu, lahan Tembakaunya memang tidak sedang dijaga.

“Sepertinya disemprot pakai gramukson sekitar pukul 02.00. Karena Minggu sekitar pukul 6.00, keadaan tembakau masih bagus, saat saya cek ke sawah. Karena mungkin masih belum kena sinar matahari,”ujarnya.

Total ada 5 ribu tembakau yang Mahmud tanam pada sawah seluas 200 meter persegi. Akibat kejadian itu, tanaman temkaunya yang masih selamat hanya tersisa 500 tembakau.

“Itupun tembakau yang jelek. Kalau tidak rusak, mungkin sudah laku Rp25 juta sudah di depan mata. Harga tembakau saat ini sedang bagus-bagusnya,” ujar Mahmud.

Dengan adanya kejadian ini, Mahmud mengatakan, pihaknya mengalami kerugian puluhan juta. Kejadian ini bahkan membuat istrinya sempat pingsan karena mengingat jerih payah merawat tembakau tersebut dari awal.

Meski begitu Mahmud mengaku legowo atau ikhlas dengan cobaan yang dialaminya tersebut. Sehingga ia memilih pasrah dan enggan melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

“Istri sempat pingsan. Meski begitu, mau bagaimana. Pasrah, mungkin rezeki yang akan diberi Allah bukan dari tembakau. Jadi tidak lapor polisi,” ujarnya.

Kejadian perusakan lahan pertanian saat masa tanam tembakau ini kerap terjadi di Kabupaten Probolinggo. Utamanya di wilayah Kecamatan Kraksaan.

Tahun lalu, kejadian perusakan lahan tembakau ini juga terjadi di Desa Tamansari oleh orang tak dikenal.

Berbeda dengan di Desa Bulu, di desa Tamansari perusakan dilakukan dengan membabat pohon tembakau milik warga menggunakan senjata tajam. (mu/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#tembakau