Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bentuk Jurnalis Pesantren, Pesantren Nurul Jadi Launching Madrasah Jurnalistik

Hana Susanti • Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:35 WIB
BERBAGI ILMU: Pemred Jawa Pos Radar Bromo Hana Susanti berbagi ilmu dalam Diklat Jurnalistik di Pesantren Nurul Jadid Paiton, Selasa (13/8).
BERBAGI ILMU: Pemred Jawa Pos Radar Bromo Hana Susanti berbagi ilmu dalam Diklat Jurnalistik di Pesantren Nurul Jadid Paiton, Selasa (13/8).

PAITON, Radar Bromo –  Aktivitas Media Sosial yang terus meningkat, tidak perlu dihindari. Sebaliknya, harus dimanfaatkan untuk perjuangan dan kemajuan pondok pesantren. Inilah salah satu harapan Wakil Sekretaris Ponpes Nurul Jadid Nyai Hj. Mutmainnah Waqid saat menghadiri grand launching Madrasah Jurnalistik.

Kegiatan itu digelar di Aula Mini, Gedung Sekretariat Ponpes Nurul Jadid di Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (13/8). Grand launching itu sendiri dikemas dalam bentuk Diklat Jurnalistik selama sehari.

Sebanyak 20 peserta mengikuti diklat ini. Mereka adalah para santriwati yang lulus seleksi sebagai calon wartawan Biro Humas dan Infokom (Huminfo) Ponpes Nurul Jadid. Melalui diklat ini, mereka dididik menjadi jurnalis untuk memberitakan semua kegiatan di Pondok Putri melalui media sosial resmi yang dimiliki Ponpes Nurul Jadid.

Mutmainnah mengatakan, jurnalis pesantren sangat butuh untuk dibina secara khusus. Sebab, mereka yang akan meliput dan memberitakan semua kegiatan pesantren yang sangat banyak setiap harinya. Baik itu pembinaan dalam skill menulis, juga pembinaan etika.

“Jurnalis pesantren dituntut untuk selalu bersikap ramah pada siapa saja. Mengingat mayoritas narasumber yang akan mereka hadapi adalah pengasuh dan Dewan Biro Pesantren,” tuturnya.

Selain itu, jurnalis pesantren juga dituntut bisa memanfaatkan media sosial untuk perjuangan dan kemajuan pesantren. “Sekarang kan semua pakai media sosial. Tidak perlu dihindari itu. Memang sudah zamannya. Namun, harus dimanfaatkan untuk perjualan pesantren,” katanya.

Ponirin Mika, Humas Ponpes Nurul Jadid menambahkan, Madrasah Jurnalistik merupakan program tahunan Huminfo yang diadakan perdana setelah vakum selama dua tahun karena pandemic Cobid-19. Tujuan utama Madrasah Jurnalistik ini yaitu meyediakan wadah bagi santri Nurul Jadid yang memiliki minat dan bakat dalam bidang kepenulisan.

Sementara itu, diklat digelar dengan mengundang Pemred Jawa Pos Radar Bromo Hana Susanti sebagai narasumber. Hana memberikan materi tentang teknik menulis berita dan wawancara selama sekitar enam jam. Yaitu, mulai pukul 09.00 sampai 16.00. (hn)

Editor : Ronald Fernando
#diklat #diklat jurnalistik