KRAKSAAN, Radar Bromo – Sudah bolak balik dirazia. Namun, warung esek-esek di Pasir Miring, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, masih saja buka.
Warung-warung itu bahkan terus beroperasi. Sehingga, dikelukan oleh masyarakat sekitar. Karena keluhan masyarakat itu, warung-warung tersebut kembali dirazia.
Razia dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Rabu (31/8) malam. Dalam razia itu, sebanyak 12 PSK diamankan petugas.
Mereka dibawa Satpol PP Kabupaten Probolinggo ke mako di Kraksaan. Sebanyak tujuh pemilik warung atau muncikari juga digiring ke sebuah ruangan di Mako Satpol PP.
Mereka digiring karena sempat memprotes razia yang dilakukan Satpol PP. Mereka bahkan berteriak lantang karena PSK-nya diciduk.
Di ruangan itulah, para muncikari diberi pembinaan. Pembinaan diberikan Kabid Penegakan Perda Sumarto.
Tidak sekedar memberikan pembinaan. Sumarto juga menyampaikan rencana pihaknya untuk menggusur warung-warung remang-remang yang ada di Pasir Miring.
“Jadi karena ini sudah beberapa kali kedapatan beroperasi, maka kami akan gusur. Ada sekitar delapan warung di Pasir Miring ini yang akan digusur,” kata Sumarto.
Tidak ada penolakan apa pun dari tujuh muncikari yang mendapat pembinaan itu. Seorang muncikari perempuan bahkan mengaku pasrah.
“Mau bagaimana lagi, pasrah sudah. Kan memang salah,” kata perempuan yang mengenakan hijab itu.
Seorang muncikari laki-laki yang lain sempat menggerutu setelah pembinaan dilakukan. Menurutnya, membuka warung esek-esek itu lebih baik daripada mencuri motor. Sebab, mencuri motor merugikan orang lain.
Karena itu, dirinya membuka warung tersebut sekaligus untuk memberikan pekerjaan pada para PSK itu.
“Ini kan mereka mencari penghasilan. Dibanding kalau saya nyongkel (mencuri motor, Red), diuber-uber polisi. Mau kerja apa lagi? Main (berjudi, Red) ya kalah terus,” tuturnya.
Satpol PP sendiri belum menentukan kapan warung-warung tersebut akan digusur. Yang jelas, penggusuran dilakukan untuk menertibkan kegiatan prostitusi di wilayah tersebut.
“Nanti tidak hanya berhenti di sana. Ada sejumlah wilayah yang menjadi target penggusuran. Lokasinya masih rahasia. Nanti juga akan kami gusur tempat lainnya,” kata Sumarto. (mu/hn)
Editor : Achmad Syaifudin