Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Petik Laut di Kalibuntu Kraksaan sebagai Wujud Rasa Syukur Atas Hasil Bumi dan Laut

Achmad Arianto • Selasa, 23 Juli 2024 | 18:00 WIB

 

 

TRADISI: Larung sesaji dibentuk sebuah kapal berisi aneka macam makanan khas dan hasil bumi masyarakat pesisir Kalibuntu, saat di arak ke tengah laut.
TRADISI: Larung sesaji dibentuk sebuah kapal berisi aneka macam makanan khas dan hasil bumi masyarakat pesisir Kalibuntu, saat di arak ke tengah laut.

 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemerintah Desa Kalibuntu menggelar petik laut Senin (22/7).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi dan laut. Antusiasme masyarakat setempat begitu tinggi.

Petik laut yang dilaksanakan cukup sacral. Syarat dengan budaya dan adat desa setempat. Prosesi larung sesaji dilakukan menggunakan sebuah perahu khusus berukuran kecil atau bitek.

Perahu tersebut berisi sesaji berupa kepala sapi, makanan khas dan hasil bumi desa.

Selanjutnya di larung ke tengah laut sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT.

Acara petik laut dihadiri Pj. Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardhana, tokoh masyarakat dr. KH Muhammad Haris Damanhuri, Habib Mahdi, Intan Cahya Kurniasari, Perwakilan Kodim 0820 Probolinggo dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Pj. Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, larung sesaji petik laut merupakan salah satu wujud syukur atas karunia Allah SWT.

ANTUSIAS: Masyarakat yang hadir di acara petik laut,
ANTUSIAS: Masyarakat yang hadir di acara petik laut,

Karena itulah petik laut harus terus dilestarikan sebagai salah satu kekayaan budaya dan kearifan lokal.            

“Petik laut merupakan wujud syukur. Masyarakat jangan hanya mengambil ikan-ikan maupun sumber daya alam dari laut saja, tetapi juga menjaga ekosistem. Ke depan semuanya harus terus terjaga,” katanya.

Desa Kalibuntu memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi wisata laut. Sebab memiliki jalan yang lebar dan parkir-parkir mobil sudah bisa masuk.

Pemeliharaan pantai yang baik juga akan menjadi potensi tersendiri, dalam jangka panjang dapat dikelola oleh BUMDes.

Karenanya masyarakat jangan hanya mengambil ikan-ikan maupun sumber daya alam dari laut saja.

Tetapi harus menjaga ekosistem, termasuk terumbu karang. Semuanya harus terus terjaga dari pencemaran akibat sampah.

Kepala Desa Kalibuntu Khairul Anam menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik nelayan, pedagang dan pihak lainnya.

Sebab tanpa dukungan yang baik, kegiatan tidak mungkin petik laut ini akan terlaksana dengan baik.

Petik laut merupakan yang ketiga kalinya di masa jabatannya sebagai Kepala Desa Kalibuntu. Petik laut ini dilakukan untuk memenuhi keinginan dari masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta nelayan agar bisa melestarikan dan menjaga apa yang sudah menjadi tradisi nenek moyang kita berupa selamatan desa atau petik laut.

“Pada momentum petik laut ini kami harap masyarakat Desa Kalibuntu bisa tetap menjaga silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan. Karena dengan begitu, ikhtiar kita menjadi desa maju akan tercapai,” tandasnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#petik laut