Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Guyangan Bangun Akses-Lengkapi Fasilitas Wisata Air Terjun Jaran Goyang

Achmad Arianto • Jumat, 12 Juli 2024 | 13:40 WIB

 

 

 

ALAMI: Areal air terjun Dewi Rengganis atau populer disebut air terjun Jaran Goyang. Untuk kenyamanan wisatawan pemerintah desa terus melengkapi sarana dan prasara
ALAMI: Areal air terjun Dewi Rengganis atau populer disebut air terjun Jaran Goyang. Untuk kenyamanan wisatawan pemerintah desa terus melengkapi sarana dan prasara

Pembangunan berbasis potensi desa dijalankan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Guyangan, Kecamatan Krucil. Dua sasaran utama desa yakni membangun wisata dan memperkuat ketahanan pangan.

DESA Guyangan identik dengan sebutan desa wisata. Sebab desa tersebut memiliki potensi wisata alam berupa air terjun Dewi Rengganis atau lebih populer disebut dengan air terjun Jaran Goyang.

Potensi ini terus dikembangkan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan wisatawan dan anggaran yang dimiliki oleh desa.

Kepala Desa Guyangan Hasyim mengatakan, di tahun ini pengembangan wisata telah dilakukan.

KOKOH: Camat Krucil Febrya Ilham Hidayat (tengah) saat mengecek jalan rabat beton menuju wisata air terjun di Dusun Jaran Goyang.
KOKOH: Camat Krucil Febrya Ilham Hidayat (tengah) saat mengecek jalan rabat beton menuju wisata air terjun di Dusun Jaran Goyang.

Mulai dari membangun akses menuju wisata yang berada di Dusun Jaran Goyang berupa jalan rabat beton sepanjang 400 meter. Jalan ini merupakan akses utama menuju air terjun.

Sebelumnya kondisi ruas jalan ini berupa tanah, saat musim hujan begitu rawan untuk dilintasi karena licin.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan kami perhatikan. Akses menuju air terjun yang masih berupa tanah kami rabat sehingga lebih kokoh,” katanya.

Pembangunan lainnya yang turut dilakukan adalah membangun sebuah jembatan semipermanen berbahan bambu sebanyak 2 unit. Satu titik jembatan memiliki panjang 20 meter ditempatkan pada jalan rabat beton ruas jalan menuju air terjun.

Jembatan ini dibangun karena akses menuju air terjun rusak akibat longsor. Adanya jembatan ini kemudian membuat wisatawan lebih aman dan nyaman.

Sementara satu jembatan lainnya memiliki panjang 10 meter berada persis satu areal dengan air terjun yang menghubungkan jalan dengan sisi depan air terjun.

Bukan hanya jalan dan jembatan. Pemdes Guyangan, juga membangun sebuah warung berkonstruksi bambu. Konstruksi ini dipilih bukan tanpa alasan.

Pemdes mendirikan bangunan dengan konsep menyatu dengan alam. Dengan adanya warung tersebut pengunjung yang datang dapat menikmati makanan, minuman, dan kudapan hangat dengan view air terjun yang begitu syahdu. Jaraknya pun tidak terlalu jauh hanya sekitar 100 meter dari air terjun yang syarat legenda tersebut.

“Semua pembangunan sudah kami rencanakan dengan matang. Kami buat se-natural mungkin agar menyatu dengan alam,” bebernya.

 

KETAHANAN PANGAN: Bendahara Desa Guyangan As’ad (pakai baju keki) didampingi TNI dan Polisi wilayah setempat menebar benih ikan nila kedalam kolam.
KETAHANAN PANGAN: Bendahara Desa Guyangan As’ad (pakai baju keki) didampingi TNI dan Polisi wilayah setempat menebar benih ikan nila kedalam kolam.

Perkuat Ketahanan Pangan dengan Bibit Pohon-Benih Ikan Nila

KETAHAHAN pangan berbasis kondisi geografis dilakukan Pemdes Guyangan. Berada di wilayah dataran tinggi lereng Argopuro membuat wilayah desa memiliki potensi produksi buah-buahan yang cukup baik.

Hampir semua jenis buah dapat ditanam didesa. Karena itulah Pemerintah Desa merealisasikan ketahanan pangan dengan menyalurkan bibit pohon buah.

Tahun ini sebanyak 2.000 bibit pohon buah durian dan alpukat yang disebar kepada warga desa.

Dua buah tersebut dipilih setelah pemdes mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh.

Buah durian dan alpukat merupakan buah yang cukup dicari oleh masyarakat. Dengan demikian memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Saat telah masuk masa panen, buah tersebut bisa dijual sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Selain memiliki nilai ekonomis pohon tersebut juga menjadi salah satu upaya pemdes untuk melakukan mitigasi risiko bencana longsor.

Jenis pohon ini merupakan pohon dengan karakteristik akar tunggang dan akar samping yang kuat serta dalam. Sehingga saat masuk musim hujan dapat mencegah potensi erosi lereng.

“Dua jenis bibit pohon buah tersebut masing-masing 1.000 pohon. Kami salurkan kepada masyarakat. Dalam jangka panjang kami juga ingin merealisasikan wisata kampung buah,” katanya.

Sektor perikanan juga turut menjadi sasaran ketahanan pangan desa. Memanfaatkan kolam yang ada di pintu masuk atau areal parkir menuju air terjun Dewi Rengganis, Pemdes Guyangan menebar 10.000 bibit ikan nila.

Jenis ikan ini dipilih lantaran cocok dengan kondisi air wilayah desa. Dengan demikian ikan bisa besarkan dengan baik dengan risiko kematian rendah.

Saat masuk masa panen keuntungan yang diperoleh lebih menjanjikan. Sistem penjualan panen ikan nila juga tidak susah. Dengan demikian perputaran uang hasil usaha ikan nila dapat berputar dengan cepat.

“Konsep ketahanan pangan berbasis potensi desa begitu cocok untuk diterapkan. Dari hasil buah dan ikan bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sehingga kesejahteraan warga desa lebih terjamin,” pungkasnya.

 

APBDes PEMERINTAH DESA GUYANGAN TAHUN ANGGARAN 2024

 

PENDAPATAN

Pendapatan Asli Desa           Rp 5.000.000,00

Pendapatan Transfer            Rp 1.503.284.764,00

Pendapatan Lain-lain            Rp 0,00

JUMLAH PENDAPATAN      Rp 1.508.284.764,00

 

BELANJA

Belanja Pegawai                    Rp 409.042.320,00

Belanja Barang dan Jasa       Rp 467.694.844,00

Belanja Modal                        Rp 382.196.000,00

Belanja Tidak Terduga         Rp -244.351.600,00

JUMLAH BELANJA                Rp 1.503.284.764,00

SURPLUS / (DEFISIT)          Rp 5.000.000,00

 

PEMBIAYAAN

Pengeluaran Pembiayaan     Rp 5.000.000,00

Penyertaan Modal Desa        Rp 5.000.000,00

PEMBIAYAAN NETTO         Rp 5.000.000,00

SISA LEBIH PEMBAYARAN ANGGARAN - Rp 0,00

(ar/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#desa guyangan #transparansi desa