PENINGKATAN perekonomian sebuah desa tidak terlepas dari akses transportasi yang nyaman dan aman. Karena itu, Pemerintah Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, tahun ini memilih fokus membangun infrastruktur jalan.
Sejumlah jalan di Desa Roto sudah mulai nyaman dilintasi. Namun, pemerintah desa terus melakukan perbaikan demi membuat seluruh jalan lebih baik. tahun ini ada sejumlah jalan yang diperbaiki. Di antaranya, berupa rabat beton dan pengaspalan jalan, serta perbaikan jalan aspal.
Pembangunan dilakukan untuk mendukung sejumlah sektor. Di antaranya, meningkatkan perekonomian dan pendidikan. Serta, sektor pertanian yang banyak menjadi mata pencaharian warga setempat.
Pembangunan infrastruktur dilaksanakan pada tahap pertama pencairan dana desa tahun anggaran 2024. Semuanya telah rampung. Sejauh ini dari total jalan lingkungan di Desa Roto yang mencapai 37 kilometer, sudah rampung dibangun sekitar 75 persen.
“Tersisa 25 persen jalan lingkungan yang belum diselesaikan. Kami terus upayakan pembangunan jalan lingkungan ini bisa segera kami selesaikan,” ujar Kepala Desa Roto Sriyanto.
Bendahara Desa Imam Muhlisin menambahkan, pembangunan rabat beton dilaksanakan di Dusun Penang Paek sepanjang 230 meter dengan lebar 2 meter. Serta, ketinggian rabat beton 15 sentimeter. Jalan itu merupakan akses antardusun. Sebelumnya, jalan ini berupa tanah.
“Kami bangun agar akses antardusun semakin nyaman dan aman, sehingga bisa mendukung akses transportasi juga,” katanya.
Selain merabat beton jalan, Pemerintah Desa Roto juga mengaspal jalan sepanjang 450 meter dan lebar 2,5 meter di Dusun Kramat. Jalan ini merupakan akses penghubung antara Desa Roto dengan Desa Sumberduren. “Juga akses antarkecamatan,” katanya.
Selain membangun, pemerintah desa juga rutin melakukan pemeliharaan. Tahun ini ada tiga jalan yang direhab. Masing-masing di Dusun Krajan, Penang Paek, dan di Dusun Kramat. Total panjangnya mencapai 825,5 meter. “Dulu jalan ini pernah diaspal, karena faktor usia, banyak yang rusak. Alhamdulillah tahun ini bisa kami rehab,” katanya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan juga akan dilaksanakan pada tahap kedua pencairan dana desa 2024. Meliputi, pengaspalan jalan di Dusun Kertakata Timur, Dusun Karang Tengah Utara, dan di Dusun Jawaan Barat. (uno/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA ROTO TAHUN ANGGARAN 2024
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa Rp 2.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 2.291.184.048,00
Jumlah Rp 2.293.184.048,00
BELANJA
Belanja pegawai Rp 441.708.720,00
Belanja barang dan jasa Rp 330.723.328,00
Belanja modal Rp 1.385.011.575,43
Belanja tidak terduga Rp 161.338.210,00
Jumlah Rp 2.318.781.833,43
Surplus (Defisit) Rp (25.597.785,43)
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan Rp 25.597.785,43
Silpa tahun sebelumnya Rp 25.597.785,43
Pembiayaan netto Rp 25.597.785,43
Sisa lebih pembiayaan Rp 0,00
Cegah Stunting melalui Jambanisasi
KEBERSIHAN lingkungan juga menjadi perhatian Pemerintah Desa Roto. Salah satunya melalui program jambanisasi untuk mendukung sanitasi lingkungan dan pencegahan stunting.
Tahun ini, pemerintah desa mengalokasikan anggaran Rp 52,5 juta untuk membangun 15 unit jamban di rumah keluarga sasaran. Jambanisasi merupakan program tahunan Pemerintah Desa Roto.
Sejak 2022, jumlah rumah yang mendapatkan program dinaikkan menjadi 15 unit. Sebelumnya setiap tahun hanya 8 unit jamban. “Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak buang air besa sembarangan,” ujar Bendahara Desa Roto Imam Muhlisin.
Menurutnya, jambanisasi akan terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga jumlah keluarga yang memiliki fasilitas jamban di rumahnya semakin meningkat. Imbasnya, tingkat kebersihan dan kesehatan masyarakat di Desa Roto ikut terkerek. Pemerintah desa mengupayakan program ini bisa terlaksana setiap tahun.
“Akan kami anggarkan setiap tahun untuk program jambanisasi. Saat ini jumlah keluarga yang belum memiliki jamban masih banyak. Dari jumlah KK (kepala keluarga) yang mencapai sekitar 1.500, ada sekitar 750 KK yang tidak memiliki jamban. Namun, dari 750 KK itu sekitar 50 persen sudah memilikinya,” jelasnya. (uno/rud/*)
Editor : Ronald Fernando