PEMERINTAH Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, terus berusaha mendukung sektor pertanian yang menjadi mayoritas mata pencaharian warganya. Salah satunya dengan membangun berbagai infrastruktur penunjang, meliputi irigasi, pavingisasi jalan, hingga perbaikan jembatan.
Pembangunan infrastruktur dilaksanakan secara bertahap dan berkala. Tahun ini, pemerintah desa membangun sistem irigasi sepanjang 120 meter di area persawahan di RT 02/RW 06 Dusun Kantor.
Kepala Desa Alassumur Kulon Suhud, 56, mengatakan, pembangunan irigasi bertujuan memastikan suplai air ke sawah lebih efisien dan merata. “Dengan adanya irigasi yang lebih baik, harapannya juga dapat mendukung kesejahteraan petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas panen mereka,” katanya.
Selain irigasi, Suhud juga menyediakan jalan yang nyaman bagi masyarakat, termasuk petani. Masyarakat yang hendak melakukan rutinitas ataupun para petani yang akan membawa hasil panennya, kini tak perlu khawatir lagi ketika melintas di salah satu ruas jalan di Dusun Kantor. Jalannya telah dipaving dengan baik.
Suhud mengatakan, awalnya jalan ini lebarnya hanya 1,5 meter. Aksesnya licin, terutama ketika hujan, sehingga berisiko terhadap pengguna jalan. Kini diperbaiki. Lebarnya ditambah menjadi 3 meter.
“Kami juga melakukan pavingisasi sepanjang 70 meter agar akses masyarakat nyaman. Petani yang hendak bawa hasil taninya tidak khawatir jatuh. Begitu juga para warga lain yang hendak beraktivitas juga, kini merasa senang melintasi jalan ini,” katanya.
Di tepian jalan, dilengkapi tembok penahan tanah (TPT) setinggi 60 sentimeter. Tujuannya, menghalau tanah agar tidak longsor ke jalan. “Kebetulan lokasi jalan bersebelahan dengan tebing, sehingga kami bangun TPT. Agar tanah dari tebing ataupun tepi jalan tidak masuk ke badan jalan,” terangnya.
Pada 2023, Suhud mengaku membangun jembatan. Jembatan yang sempat rusak itu, kini sudah aman dilintasi. “Jembatan ini kami prioritaskan pembangunannya, karena merupakan akses utama masyakarat,” katanya. (gus/rud/*)
| APBDES PEMERINTAH DESA ALASSUMUR KULON TAHUN ANGGARAN 2024 |
| PENDAPATAN Pendapatan asli desa Rp 147.520.000,00 Pendapatan transfer Rp 1.400.992.356,00 Jumlah Rp 1.548.512.356,00
BELANJA Belanja pegawai Rp 482.415.920,00 Belanja barang dan jasa Rp 607.764.888,13 Belanja modal Rp 381.791.790,00 Belanja tak terduga Rp 85.000.000,00 Jumlah Rp 1.556.972.598,13 SURPLUS/(DEFISIT) Rp (8.460.242,13)
PEMBIAYAAN Silpa tahun sebelumnya Rp 8.460.242,13 Pembiayaan netto Rp 8.460.242,13 Sisa lebih pembiayaan anggaran Rp 0,00 |
Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Sediakan Layanan Online
PEMDES Desa Alassumur Kulon, juga melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Di antaranya, ada Program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jamban, Pondok Bersalin Desa (Polindes), dan program pelayanan masyarakat secara online.
Sekretaris Desa Alassumur Kulon Sulastri, 36, mengatakan, program RTLH bertujuan memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni. Pada 2023, pemdes telah merealisasikan program RTLH plus jambanisasi untuk dua orang warga.
Mereka merupakan warga RT 03/RW 04 dan RT 02/RW 04 Dusun Krajan. Sulastri mengatakan, kondisi rumah keduanya memang tidak layak huni. Selain itu, tidak dilengkapi MCK di dalamnya.
“Sehari-hari mereka menggunakan MCK umum. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik, sudah layak, dan ada MCK nya,” katanya.
Operator Desa Alassumur Kulon Andri Dermawan, 29, mengatakan, Pemdes Alassumur Kulon, kini tengah membangun Polindes. Polindes ini nantinya dapat melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Baik itu ibu hamil maupun lansia. “Jadi sudah tidak perlu jauh-jauh untuk berobat. Bisa di Polindes Desa Alassumur Kulon,” tuturnya.
Tak hanya sarana kesehatan, Andri mengatakan, Desa Alassumur Kulon, telah memiliki terobosan pelayanan masyarakat melalui sistem atau aplikasi online. “Bisa mengurus surat keterangan melalui aplikasi tersebut. Jadi lebih efisien, lebih dekat dengan domisili masyarakat, sehingga tidak memakan banyak waktu dan tenaga. Sebab bisa langsung diurus di kantor desa dan bisa langsung dicetak,” jelasnya. (gus/rud/*)
Editor : Ronald Fernando