Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masih Banyak Perusahaan yang Minim Serap Tenaga Kerja Disabilitas, Termasuk BUMN dan BUMD

Agus Faiz Musleh • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:25 WIB

 

BAHAS TENAGA KERJA: Workshop Operasional Prosedur (SOP) dan Tugas Pelaksana Teknis Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan (ULDK), di kantor Bupati Probolinggo,
BAHAS TENAGA KERJA: Workshop Operasional Prosedur (SOP) dan Tugas Pelaksana Teknis Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan (ULDK), di kantor Bupati Probolinggo,

KRAKSAAN, Radar Bromo–Sejumlah perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara maupun daerah (BUMN/D) di Kabupaten Probolinggo yang minim menyerap tenaga disabilitas.

Padahal regulasi telah mengatur keterlibatan tenaga disabilitas tersebut.

Ini diungkapkan fungsional Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kabupaten Probolinggo Pengawas Ketenagakerjaan Muda I Nengah Mangku Kumalananda.

“Secara relugasi itu untuk swasta minimal 1 persen, Untuk BUMN dan BUMD itu 2 persen dari total pekerja yang ada disana (Perusahaan),” katanya saat di workshop Operasional Prosedur (SOP) dan Tugas Pelaksana Teknis Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan (ULDK), di kantor Bupati Probolinggo, Kamis (13/6).

Ia menyebutkan, sejauh ini hanya pihak swasta yang termonitor menyerap tenaga dari penyandang disabilitas.

Salah satunya perusahaan rokok yang telah menyerap sekitar 36 orang disabilitas.

“Untuk BUMN dan dan BUMD, masih belum kami temukan. Seperti PDAM (Perumdam) dan perusahaan lainnya belum ada,” ujarnya.

Pihaknya sebenarnya mengalami dilematis. Sebab tidak mungkin Disnaker menekan perusahaan swasta, jika BUMN dan BUMD belum melakukan hal tersebut.

“Sehingga ada dilematis di sana. Klisenya dari perusahaan ini terhadap produktivitas (kinerja) keraguan mereka apakah terampil atau tidak,” kata Kumalananda.

“Makanya BLK (pelatihan) bisa menjawab itu. Beberapa disabilitas yang telah diterima di perusahaan kami survei. Alhamdulillah mereka diberi target yang sama dan pekerjaan yang sama dengan yang lain, dan mereka bisa,” ujarnya.

Dengan adanya hal itu ia pun berharap, peningkatan serapan tenaga kerja disabilitas ini bisa semakin di dorong.

“Alhamdulillah ada Pertuni (persatuan tunanetra Indonesia) yang semangat untuk mengawali. Kami akan dukung dan kawal bareng-bareng,” jelasnya.

Sementara itu ketua pelaksana workshop yang diselenggarakan Pertuni Kabupaten Probolinggo Arizky Perdana Kusuma mengatakan, sejauh ini di Kabupaten Probolinggo belum ada perusahaan yang ramah terhadap disabilitas.

Meski begitu, Pertuni  mendapat kabar bahwa ada sejumlah perusahaan di beberapa kota yang mulai memberikan peluang dan kesetaraan yang sama untuk bekerja.

“Walaupun itu masih terbatas namun sudah ada peluang yang sama yang dibuka oleh perusahaan. Sekalipun mereka melakukan hal itu, mungkin karena kasihan atau sebagainya. Namun hal ini perlu diapresiasi dan kami dorong untuk kesempatan ini lebih besar,” bebernya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#tenaga kerja #disabilitas