Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hanya karena Masalah Pisang, Warga di Krucil Ini Tega Bacok Tetangganya Hingga Tewas

Agus Faiz Musleh • Kamis, 6 Juni 2024 | 18:42 WIB
DIVISUM: Jenazah korban Nur Halima, 65, saat di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
DIVISUM: Jenazah korban Nur Halima, 65, saat di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Diduga salah paham karena masalah pisang, Nur Halima, 65, tewas mengenaskan.

Warga RT 06/RW 02, Dusun Tengah, Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, itu dibacok tetangganya, Rabu (4/6) pagi.

Terduga pelaku yaitu Budiono alias Husen, 50, yang tidak lain tetangga korban yang tinggal di RT 7.

Husen tinggal di dusun yang sama dengan korban, beberapa ratus meter saja dari rumah korban.

Dari informasi yang didapat, aksi berdarah tesebut terjadi sekitar pukul 09.00 di rumah korban.

Saat itu, seorang tetangga korban mendengar ada ribu-ribut di rumah korban. dia pun datang untuk mengecek.

Saat itulah, dia menemukan korban tewas terkapar di dapur rumahnya. Kondisi sangat mengenaskan.

Sekujur tubuhnya dipenuhi darah dengan sejumlah luka bacok. Bahkan, lantai keramik warna putih di rumah korban pun dipenuhi darah.

“Ketemunya sudah meninggal tergeletak di dapur. Saya ini keluarga jauh,” kata Saiful, 36.

Pihak keluarga sendiri, menurutnya, tak mengetahui secara pasti kronologi kematian korban.

Hanya menurutnya, kejadian bermula dari pohon pisang milik korban yang ditebang oleh orang tidak dikenal.

“Informasi yang saya terima seperti itu. Pohon pisang milik almarhumah di sawah, ditebang. Kemudian almarhumah ini bertanya ke Pak Husen apa ke istrinya Pak Husen begitu (terduga pelaku). Intinya, tidak menuduh. Bertanya baik-baik,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, terduga pelaku mendatangi korban di rumahnya untuk menanyakan masalah pisang ini. Sampai akhirnya, korban ditemukan sudah tak bernyawa di dapur rumahnya.

“Pak Husen ini tengkulak pisang. Namanya penjual pisang, tentu bawa celurit,” ujarnya.

Saiful pun sangat menyayangkan kejadian tersebut. Hanya karena masalah pisang, sampai menyebabkan keluarganya itu meninggal.

“Marah, sedih jadi satu. Almarhumah ini tinggal seorang diri di rumahnya karena tidak punya anak. Suaminya kerja di Bali. Hal sepele sampai menyebabkan kayak gini. Kami keluarga berharap ada hukuman setimpal untuk pelaku,” katanya.

Sementara itu, tim Inafis Polres Probolinggo datang ke lokasi kejadian didampingi petugas Polsek Krucil.

Mereka melakukan olah TKP di rumah korban. Lalu, sekitar pukul 10.30, jasad korban dibawa ke Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk visum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka bacok di tubuh korban yang tinggal sendirian itu.

Di antaranya di pelipis kiri dan luka bacok di perut yang sangat parah. Perut korban menganga dan menyebabkan organ dalamnya keluar.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Iptu Putra Adi Fajar Winarsa mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP bersama anggota Polsek Krucil dan Tim Inafis Polres Probolinggo.

Sampai berita ini ditulis Rabu (5/6) sore, belum bisa dipastikan bagaimana kronologi kematian korban.

“Masih belum bisa kami pastikan karena sampai saat ini masih olah TKP. Sementara untuk korban sudah kami bawa ke Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” ujarnya. (mu/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#pencurian pisang #pembunuhan #polres probolinggo