PEMERINTAH Desa Tandonsentul, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya membangun akses yang nyaman dan memadai bagi masyarakat. Terutama bagi para petani yang menjadi mayoritas penduduk desa.
Infrastruktur jalan yang baik menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Seperti jalan dan irigasi.
Kepala Desa Tandonsentul Sukri, 56, menjelaskan, pembangunan jalan desa merupakan prioritas utama dalam rangka mendukung kegiatan pertanian. “Jalan yang baik sangat penting bagi para petani karena memudahkan mereka dalam mengangkut hasil panen ke pasar,” katanya.
Pengaspalan dan pembangunan jalan cor beton dilakukan di berbagai titik strategis desa. Seperti pada 2023, pemerintah desa mengaspal jalan di RT 08/RW 03 Dusun Krandon, sepanjang 150 meter dengan lebar 2,5 meter. Serta, di RT 09/RW 03 sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter.
“Dulu sudah diaspal, tapi banyak yang rusak hingga jadi makadam. Ketika hujan licin. Padahal, jalan ini merupakan akses ke sawah, rumah warga, dan ke masjid,” katanya.
Pemerintah desa juga merabat beton jalan di RT 09/RW 03 Dusun Krandon, sepanjang 174 meter dan 151 meter dengan lebar 2,5 meter di tahun 2024. Jalan ini dirabat karena tanahnya gembur, sehingga dinilai lebih layak dirabat.
“Ke depan kami juga akan mengaspal jalan di RT 03/RW 01 Dusun Krajan. Ini akses menuju perkampungan sekaligus jalan tembus menuju Desa Lumbang,” kata Sukri.
Demi menunjang sektor pertanian, pemerintah desa telah membangun irigasi dan bendungan di Dusun Krandon. Dua proyek ini digarap pada 2023. Sukri mengatakan, dulu di lokasi ini tidak ada irigasi, sehingga saat musim hujan, sawah sering terendam air hingga gagal panen.
“Sekarang sudah tidak lagi. Aliran airnya lancar. Ketika musim hujan tidak banjir ke sawah. Ketika musim kemarau, pasokan air ke sawah juga terjaga. Jadi normal. Tentunya ini juga berperan besar pada kesuksesan panen para petani,” katanya.
Para petani juga memiliki cara tersendiri untuk menjaga stabilitas perekonomiannya. Mereka yang kebanyakan merupakan petani jagung, padi, dan singkong, juga berupaya mengolah hasil panennya menjadi produk olahan.
“Seperti tape, keripik, samiler, dan makanan lainnya. Ketika nilai jual singkong turun, mereka masih bisa mengolahnya. Harga jualnya malah lebih tinggi dibanding hanya menjual singkongnya,” katanya. (gus/rud/*)
Jaga Kesehatan Balita-Lansia
SEKTOR kesehatan tak luput dari perhatian Pemerintah Tandonsentul. Salah satunya dengan rutin menggelar pelayanan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu dilakukan setiap awal bulan di masing-masing dusun.
“Program ini mencakup posyandu balita dan lansia. Tujuan utamanya meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit di kalangan warga,” ujar Sekretaris Desa Tandonsentul Ridwan Siswanto.
Ridwan mengatakan, untuk balita, Posyandu ini difokuskan terhadap upaya pencegahan stunting dan polio. Kegiatan Posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin dan imunisasi. “Para ibu-ibunya diberi edukasi tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak,” katanya.
Sedangkan, Posyandu Lansia lebih berfokus pada edukasi terkait penyakit yang sering dialami para lanjut usia. Seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
“Para petugas memberikan arahan tentang pola makan sehat pada mereka. Bila dari kedua kegiatan posyandu ada masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif, bisa juga dirujuk ke rumah sakit. Inilah pentingnya Posyandu, sebagai deteksi dini juga,” katanya. (gus/rud/*)
Editor : Ronald Fernando