PEMERINTAH Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, memiliki program pembangunan cukup apik. Salah satunya, lapangan desa yang direncanakan menjadi pusat perekonomian. Lapangan ini direncanakan menjadi alun-alun.
Desa Purut merupakan desa terluas di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah desa pun berusaha memanfaatkan setiap lahan yang ada dengan lebih baik. Salah satunya dengan membangun sarana olahraga berupa lapangan.
Sekretaris Desa Purut Sutiyarso, 43, mengatakan, lapangan seluas kurang lebih 12.000 meter di Dusun Krajan. Pembangunannya dilakukan bertahap dan rampung pada 2023.
“Sebelumnya, bila ada kegiatan menggunakan lahan milik Perum Perhutani (Perusahaan Umum Kehutanan Negara). Setelah ada lapangan, sejumlah kegiatan masyarakat sudah dapat dilaksanakan di sana,” katanya.
Selain sebagai sarana olahraga, lapangan juga menjadi tempat berkumpul untuk kegiatan sosial budaya. Terkadang digunakan untuk sekadar bermain sepak bola hingga lomba Agustusan, seperti tarik tambang ataupun karapan sapi.
Tampak di sisi selatan dan barat lapangan dibangun tembok penahan tanah (TPT). Di sisi selatan panjangnya 145 meter dan sisi barat 68 meter. Tujuannya, untuk menjaga stabilitas tanah di sekitar lapangan, serta mencegah longsor.
“TPT juga berfungsi sebagai irigasi. Ini membantu mengatur aliran air hujan secara efisien. Memastikan air tidak menggenangi lapangan dan bisa dialirkan ke sawah di sekitarnya, sehingga mengurangi risiko genangan air di lapangan yang dapat merusak permukaan lapangan,” kata Sutiyarso.
Di sekeliling lapangan nantinya akan dibangun jalan paving. Tahun kemarin, baru rampung membangun jalan paving di sisi selatan lapangan, sepanjang 145 meter dengan lebar 3 meter.
“Nanti akan kami buat mengelilingi lapangan, tapi memang masih bertahap. Rencananya, kami juga akan mendesain lapangan menjadi semacam alun-alun desa. Jadi, ada taman dan beberapa pedagang angkringan juga,” katanya.
Bedak angkringan akan diletakkan di sisi utara lapangan. Hal tersebut dilakukan pemerintah desa, dengan harapan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Saat ini, masih proses penanaman pohon dulu di sebalah utara, agar lokasi berjualan rindang. Agar tercipta suasana asri dan indah, sehingga warga dapat berlama-lama untuk santai maupun nongkrong di sana nanti,” jelasnya. (gus/rud/*)
Bakal Bekali Warga Olah Hasil Pertanian
DESA Purut menjadi desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Lumbang. Mencapai sekitar 1.800 kepala keluarga (KK). Mayoritas mereka bekerja sebagai petani dan peternak.
Sekretaris Desa Purut Sutiyarso mengatakan, sektor pertanian paling banyak berupa tanaman jagung, kacang tanah, singkong, dan padi. Kini, pemerintah desa tengah berupaya mengembangkan olahan singkong menjadi keripik.
“Memang masih proses dan butuh sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya, ketika harga singkong turun, petani masih bisa mengolahnya menjadi produk lain agar nilai jualnya tetap terjaga,” ujarnya.
Demi mendorong kesejahteraan para petani, pemerintah desa banyak menyediakan infrastruktur pendukung yang layak. Seperti, pengaspalan jalan di RT 16 dan RT 17/RW 04 Dusun Randu Gugut.
“Dulu jalan makadam dan rusak. Sementara, jalan ini juga menuju sekolah. Ketika hujan, banyak guru yang mengeluh jatuh. Alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi. Sudah bagus,” katanya.
Ke depan, pemerintah desa juga akan merabat beton jalan sepanjang 150 meter dengan lebar 2 meter di RT 19/RW 05 Dusun Sulur. Jalan ini merupakan akses menuju perkampungan. “Kami cor, sebab kondisi tanah merupakan tanah gerak. Menurut kami, akan lebih awet dibandingkan aspal,” katanya.
Berikutnya, ada pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di RT 21/RW 05 Dusun Sulur. Di sini, pemerintah desa berencana membuka jalan baru. jalan tembus menuju Desa Sumberejo.
Tak hanya itu, untuk meningkatkan pelayanan publik, pemerintah desa juga melakukan rehab ruang pelayanan di Kantor Desa Purut. Selama ini, bagian ruangan telah banyak yang rusak. Kini proses renovasi ruangan berukuran 11,2 kali 4 meter itu hampir rampung. Sudah mencapai 60 persen.
“Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kami juga berupa penggemukan sapi di RT 05/RW 02 Dusun Gunung Puyuh. BUMDes tersebut kami rintis sejak 2018. Saat ini ada empat sapi di kandang. Satu sapi betina dan tiga sapi jantan,” tutur Sutiyarso. (gus/rud/*)
Editor : Ronald Fernando