Pemerataan pembangunan pada semua sektor menjadi sasaran Pemerintah Desa Tegalmojo, Kecamatan Tegalsiwalan secara bertahap. Tahun ini sektor ketahanan pangan baik infrastruktur dan pengembangan unit usaha pangan lainnya menjadi prioritas.
DESA Tegalmojo masih cukup agraris karena separo wilayah administrasi desa berupa lahan pertanian yang masih produktif.
Tidak heran jika setiap tahunnya Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalmojo bertahap melakukan peningkatan kualitas infrastruktur sektor pertanian.
Kepala Desa Tegalmojo Slamet Hariyanto mengatakan, suksesnya ketahanan pangan tidak hanya dapat terealisasi karena kondisi wilayah yang memang memiliki potensi baik dibidang pertanian.
Namun juga perlu didukung oleh infrastruktur pertanian. Sehingga kualitas dan kuantitas hasil tani menjadi lebih baik. Serta dapat menekan biaya operasional sehingga pendapatan petani lebih banyak.
“Untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik perlu ada infrastruktur pendukung. Karena itulah setiap tahun kami pasti melakukan peningkatan kualitas infrastruktur bidang pertanian,” ucapnya.
Pemdes Tegalmojo tahun ini memiliki dua proyek pembangunan fisik bidang pertanian. Diantaranya membangun jalan rabat beton dan saluran irigasi. Proyek ini dua-duanya memiliki panjang yang sama yakni 194 meter. Lokasinya pun berdekatan di RT 4/RW 1, Dusun Karanganyar.
Rabat beton dibangun setelah pemdes mempertimbangkan bahwa jalan yang ada, kurang layak.
Sebab saat hujan jalan yang berada di tengah sawah tersebut mudah ambrol. Terlebih lagi saat dilintasi kendaraan roda empat yang mengangkut hasil panen warga.
Sementara saluran irigasi yang lokasinya berada persis di tepi jalan, juga perlu dibangun karena saat musim hujan kerap mengalami peningkatan debit air.
Sehingga mengikis tepi saluran irigasi. Dalam jangka panjang pematang sawah yang dialiri oleh air akan menipis kemudian terjadi kebocoran aliran. Dengan demikian irigasi tidak dapat tersalurkan sampai dengan baik hingga ujung lahan pertanian warga.
Pembangunan infrastruktur pertanian ini dilakukan secara bergantian. Mulanya pemdes terlebih dahulu membangun jalan rabat beton.
Kemudian setelah selesai dilanjutkan dengan membangun saluran irigasi yang saat ini prosesnya sudah mencapai 80 persen.
“Jalan usaha tani yang nyaman dapat mempermudah pengangkutan hasil panen. Serta dapat menekan biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani. Sementara irigasi yang baik akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen,” tandasnya. (ar/fun/*)
Ternak Domba Pacu Unit Ketahanan Pangan Baru
PEMETAAN potensi ketahanan pangan lainnya juga turut dilakukan oleh Pemdes Tegalmojo.
Agar hasilnya maksimal, tentunya perencanaannya harus matang. Termasuk membaca potensi dengan menyesuaikan kondisi geografis dan potensi wilayah yang ada.
Dengan demikian rencana dapat terealisasi dan berjalan dengan baik serta berkelanjutan.
Tahun ini pemdes setempat berencana mewujudkan ketahanan pangan berupa ternak domba.
Ternak tersebut dipilih setelah mempertimbangkan beberapa hal. Mulai dari ketersediaan pakan yang mudah didapatkan.
Serta mayoritas warga banyak memelihara kambing. Dengan demikian dalam proses pemeliharaan tidak mengalami kesulitan.
“Kami sudah mempertimbangkan ternak domba sebab lebih mudah memeliharanya. Apalagi pakan tersedia cukup melimpah,” kata Kepala Desa Tegalmojo Slamet Hariyanto.
Pemerintah desa telah menghitung jumlah anggaran yang mampu digunakan untuk merealisasikan program ketahanan pangan tersebut.
Setidaknya 6 ekor domba dapat terbeli. Domba tersebut nantinya diternakkan dalam sebuah kandang yang berada di RT 4/RW 1, Dusun Karanganyar.
Domba tersebut diternakkan dalam kandang secara komunal dengan konstruksi bangunan semi permanen berbahan kayu dan bambu.
“Kandangnya sudah ada tetapi masih perlu ada rehab. Untuk sementara domba kami tempatkan pada kandang tersebut. Dalam hal pemeliharaan kami bekerjasama dengan masyarakat,” ucapnya.
Dalam memelihara domba tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya harus rutin memberikan pakan.
Setidaknya domba dalam kandang diberi pakan 2 kali sehari saat pagi dan sore hari. Selain itu kebersihan kandang dan tubuh domba juga harus diperhatikan.
Kandang dibersihkan sehari sekali kemudian kandang kondisinya juga harus tetap kering.
Sementara itu untuk tubuh domba jika sudah kotor harus segera dimandikan. Upaya tersebut dilakukan agar domba tidak mudah terkena virus. Sehingga dapat tumbuh dengan baik dan berkembangbiak.
Slamet menjelaskan jika pemdes juga akan melakukan pengadaan alat pencacah pakan untuk domba.
Alat ini digunakan untuk memotong pakan dari rumput maupun ijonan dalam jumlah banyak. Sehingga ukuran pakan lebih kecil dan mudah untuk dicampurkan dengan pakan lainnya. Campuran pakan ternak dilakukan agar nutrisi untuk domba terpenuhi.
“Pakan terpenuhi dan kebersihan kambing terjaga maka pertumbuhan akan baik pula. Saat ini domba sudah ada tapi masih proses pembesaran,” bebernya. (ar/fun/*)
Kelola Sampah, Lingkungan Lebih Asri
PENANGANAN dan pengelolaan sampah sampai saat ini masih menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tegalmojo.
Sampah yang belum tertangani dengan baik dan belum tepat tepat justru akan menimbulkan masalah.
Selain menyebabkan lingkungan menjadi lebih kotor dan kurang sedap dipandang. Masalah sampah juga dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga pasalnya mendatangkan penyakit ditengah-tengah masyarakat.
Kepala Desa Tegalmojo Slamet Hariyanto mengatakan pemerintah desa menggandeng karang taruna untuk melakukan penanganan dan pengelolaan sampah.
Caranya dengan mengkoordinir pengangkutan sampah dari rumah warga menggunakan motor roda tiga yang telah dilengkapi dengan bak pengangkut.
Sampah tersebut kemudian diangkut menuju tempat pembuangan sampah desa di RT 2/RW 1, Dusun Krajan 2.
“Penanganan sampah ini dilakukan sudah sejak tahun lalu. Tetapi terus kami lengkapi sampai saat ini. Sampah diangkut dari titik pengumpulan sampah di seluruh dusun,” katanya.
Tim pengangkut sampah berjumlah 6 orang secara bergantian melaksanakan pengangkutan sampah di empat dusun yang ada di desa.
Meliputi Dusun Krajan 1 dan 2, Dusun Bajol, serta Dusun Karanganyar. Dengan jumlah pengguna jasa saat ini berjumlah 20 kepala keluarga.
Sampah yang akan diangkut untuk dibuang oleh pemilik rumah terlebih dahulu ditaruh dalam sebuah kantong plastik atau diletakkan pada tempat pengangkutan yang telah ditentukan.
Sementara untuk pengangkutan sampah dilakukan setiap hari agar tidak terjadi penumpukan sampah.
“Sudah ada petugasnya mengangkut sampah tiap hari. Titik kumpul sampah diperiksa jika memang ada sampah yang perlu dibuang maka akan segera diangkut,” jelasnya.
Slamet menambahkan pengangkutan sampah ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan bersih dengan merubah pola hidup atau budaya membuang sampah sembarang.
Khususnya warga yang berada disekitar aliran sungai atau saluran irigasi. Secara bertahap perlu merubah budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah yang tepat. Agar lingkungan bersih dan Asri.
Dalam jangka panjang pengadaan dan pengelolaan sampah akan ditingkatkan. Mulai dari membentuk bank sampah, membuat pupuk organik dari sampah, mendaur ulang sampah yang tidak bisa diuraikan menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis.
“Pemerintah desa memiliki rencana penanganan dan pengelolaan sampah jangka panjang. Setelah budaya buang sampah pada tempatnya terwujud dan lingkungan sudah lebih asri. Maka bank sampah dan pelatihan pengelolaan sampah akan kami lakukan. Tentu hal itu bertahap dan butuh waktu,” pungkasnya.
APBDes Pemerintah Desa Tegalmojo Tahun Anggaran 2024
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa Rp 25.200.000,00
Pendapatan Transfer Rp 1.043.125.231,00
Pendapatan Lain-lain Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN Rp 1.068.325.231,00
BELANJA
Belanja Pegawai Rp 290.863.920,00
Belanja Barang dan Jasa Rp 337.176.436,94
Belanja Modal Rp 344.907.804,00
Belanja Tidak Terduga Rp 92.454.750,00
JUMLAH BELANJA Rp 1.065.402.910,94
SURPLUS / (DEFISIT) Rp 2.922.320,06
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan Rp 12.077.679,94
SILPA Tahun Sebelumnya Rp 12.077.679,94
Pengeluaran Pembiayaan Rp 15.000.000,00
Penyertaan Modal Desa Rp 15.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO Rp 2.922.320,06
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN - Rp 0,00
(ar/fun/*)
Editor : Abdul Wahid