DRINGU, Radar Bromo - Intensitas hujan saat ini berangsur-angsur mengalami penurunan.
Sehingga bencana hidrometeorologi ikut mengalami penurunan. Selama bulan April saja tercatat hanya satu insiden bencana tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi masih perlu diwaspadai. Sebab bencana terjadi seiring dengan curah hujan.
Saat hujan turun dengan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama. Maka potensi bencana tersebut lebih besar.
“Sejauh ini hujan sudah mengalami penurunan tetapi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai,” ucapnya.
Selama empat bulan, BPBD mencatat telah terjadi 47 bencana hidrometeorologi.
Saat ini bencana tersebut masih terus diwaspadai. Puluhan bencana tersebut diantaranya 20 kejadian bencana banjir, 14 bencana tanah longsor, 10 cuaca ekstrem dan angin kencang, dan 1 laka air. Sementara 2 bencana diantaranya kebakaran.
“Bulan April bencana hidrometeorologi sudah turun hanya ada 1 insiden tanah longsor di Kecamatan Pakuniran,” bebernya.
Kondisi curah hujan bulan januari hingga april termasuk intensitas menengah hingga tinggi.
Terpantau dengan hari tanpa hujan yang berkisar 3 hingga 6 hari. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin dan petir relatif sering terjadi di hampir seluruh Wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kejadian bencana hidrometeorologi tidak terlepas dari faktor pengaruh kondisi hidrologi dan meteorologis.
Kemudian pada beberapa titik tanah longsor dimungkinkan terdapat faktor kondisi litologi dan vegetasi yang berpengaruh pada tingkat erosi.
Kondisi kemiringan lereng dan curah hujan juga berpengaruh menjadi penyebab terjadinya tanah longsor.
Sedangkan kejadian banjir selain dipengaruhi oleh intensitas curah hujan juga dipengaruhi oleh kondisi sedimentasi sungai, drainase dan beberapa infrastruktur yang mulai tidak optimal sehingga menyebabkan luapan aliran run off tidak mampu tertampung dan menggenangi permukiman serta menghambat kondisi lalu lintas.
Selain banjir dan tanah longsor, terdapat kejadian cuaca ekstrem yang secara umum dipengaruhi oleh faktor meteorologis.
“Juga tercatat 1 kejadian laka/musibah yang mengakibatkan adanya korban,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando