SEJUMLAH jalan di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, masih perlu perhatian. Karena itu, setiap tahun pemerintah desa setempat memiliki program pembangunan jalan. Tujuannya, demi meningkatkan perekonomian warga.
Banyak infrastruktur yang telah dibangun Pemerintah Desa Tigasan Wetan. Terutama jalan. Setiap tahun, ada saja jalan yang diperbaiki dan dibangun. Baik pengaspalan, rabat beton, pavingisasi, dan makadam. Tujuan utamanya menyokong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini untuk mempermudah masyarakat yang hendak berkegiatan. Baik ke sawah atau kebun, ke rumah saudara, atau hendak berdagang ke pasar. Minimal masyarakat dapat merasakan jalanan desa yang nyaman untuk dilewati,” ujar Kepala Desa Tigasan Wetan Nasan.
Pada 2023, Pemerintah Desa Tigasan Wetan merabat beton jalan sepanjang 440 meter dengan lebar 2 meter di Dusun Drandang. Jalan yang dulu sering banjir ketika hujan, kini makin nyaman dilintasi.
“Kami rabat beton, sebab di sana juga ada rumah warga. Alhamdulillah rampung. Masyarakat di daerah tersebut merasa gembira. Kini jalan yang dilalui sudah tidak becek kalau hujan,” jelasnya.
Masih di Dusun Drandang. Pemerintah desa memakadam jalan sepanjang 390 meter dengan lebar 2,5 meter. Serta, terdapat pengaspalan jalan sepanjang 316 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Krajan. Tepatnya di RT 07/RW 01.
“Dulu kondisinya berlubang. Kalau hujan banyak genangan air, sehingga berbahaya bagi pengendara motor. Akhirnya, kami perbaiki aspalnya. Sekarang sudah bagus,” jelasnya.
Ada juga pavingisasi dilakukan di Dusun Gonggo. Sasarannya jalan sepanjang 175 meter dengan lebar 2 meter.
Tahun ini juga masih ada program pembangunan jalan. Di antaranya, pavingisasi di RT 05/RW 02 Dusun Pandansari. Jalan ini kerap becek ketika hujan. Padahal, jalan ini menjadi akses menuju lembaga pendidikan.
“Alhamdulillah sudah selesai pengerjaannya. Kami harap dapat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama murid-murid yang hendak sekolah,” kata Nasan.
Berikutnya, ada pembangunan jalan makadam di RT 03/RW 04 Dusun Pasar Arah. Kini pengerjaannya masih berlangsung. Jalan makadam dibuat menggunakan tatanan batu berukuran 10/15 di bagian tengah. Di bagian pinggir untuk kuncian berukuran 15/20. Di atasnya diberi batu berukuran 5/7 dan dilapisi batu berukuran 3/5, lantas diuruk.
“Di tengah-tengah jalan tersebut, ada bagian yang curah. Bagian ini tidak kami makadam, kami rabat beton. Sebab, ini merupakan jalan air. Kalau dimakadam nanti tergerus air. Lebih baik bila dibeton sepanjang 10 meter dengan lebar 3 meter,” ujarnya.
Upaya pemerintah desa memberikan akses yang nyaman bagi warga, tidak berhenti di sini. Nasan mengatakan, tahun ini pihaknya juga mengaspal jalan di sepanjang 324 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Gunung Dami.
Perbaiki Empat RTLH, Dilengkapi Jamban
Rumah bukan sekadar bangunan. Tetapi, merupakan tempat tinggal yang memberikan perlindungan dan kenyamanan. Karena itu, warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tigasan Wetan.
Kepala Desa Tigasan Wetan Nasan mengatakan, terdapat empat rumah direnovasi. Kondisinya sudah rusak parah, hampir roboh. “Salah satu aspek penting di sini adalah kesalamatan warga. Rumah yang sudah lapuk dan rusak dapat menjadi sumber bahaya bagi penghuninya,” katanya.
Karena itu, melalui program pembangunan RTLH, pemerintah desa memastikan rumah-rumah tersebut diperbaiki. Agar dapat memberikan perlindungan yang memadai kepada penghuninya.
Dua rumah berserta jambannya telah diselesaikan pada 2023. Masing-masing milik Trisno dan Ruksi, warga Dusun Gunung Dami dan Pasar Arah. “Dua lainnya baru kami renovasi tahun ini. Sekarang masih proses pembongkaran,” jelas Nasan.
Dua rumah yang direnovasi tahun ini milik Ahwan, di RT 2/RW 1 Dusun Krajan dan Napon di RT 4/RW 5 Dusun Curah Watu. Dua-duanya juga akan dilengkapi dengan jamban. “Memang di rumah-rumah tersebut belum ada jambannya,” katanya.
Pompa PAD dari Ternak Sapi-Ayam
Pemerintah Desa Tigasan Wetan tak lupa untuk terus meningkatkan perekonomian desanya. Salah satunya dengan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program ketahanan pangan.
Kepala Desa Tigasan Wetan Nasan mengatakan, kini pemerintah desa memiliki 10 ekor sapi. Terdiri atas 2 ekor sapi jenis limousin dan 8 ekor sapi Madura. Ada juga 1.500 ekor ayam petelur.
“Kalau sapi ini nanti digemukkan untuk diambil dagingnya. Harapannya bisa menyumbang PAD (pendapatan asli desa) ke depan. Kalau ayam diambil telurnya,” ujarnya.
Melalui program ini, kata Nasan, selama ini dari budi daya ayam petelur sudah dapat menyumbang PAD, meski tidak banyak. “Hanya sekitar satu juta. Kami jual telurnya kepada masyarakat yang memiliki toko sembako,” katanya.
Sedangkan, kandang budi daya sapi didirikan di Dusun Pasar Arah. Pemerintah desa juga telah membangun tembok penahan tanah sepanjang 96 meter di sekitar kandang. “Ini untuk menjaga tanah di sekitar kandang tidak tergerus dan mengakibatkan longsor,” kata Nasan. (gus/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA TIGASAN WETAN TAHUN ANGGARAN 2024
Pendapatan
Dana desa -- Rp 1.681.249.000,00
Bagi hasil pajak dan retribusi daerah -- Rp 46.528.484,00
Alokasi dana desa -- Rp 453.817.802,00
Bantuan keuangan dari APBD -- Rp 200.000.000,00
Jumlah -- Rp 2.381.595.286,00
Belanja
Bidang penyelenggaraan pemerintahan -- Rp 612.105.791,68
Bidang pelaksanaan pembangunan desa -- Rp 1.454.881.530,00
Bidang pembinaan kemasyarakatan -- Rp 5.000.000,00
Bidang pemberdayaan masyarakat -- Rp 34.870.000,00
Bidang penanggulangan bencana -- Rp 175.400.000,00
Jumlah -- Rp 2.282.257.321,68
Surplus (Defisit) -- Rp 99.337.946,32
Pembiayaan
Silpa tahun sebelumnya -- Rp 10.662.035,68
Penyertaan modal desa -- Rp 110.000.000,00
Pembiayaan netto -- Rp 99.337.946,32
Sisa lebih pembiayaan anggaran -- Rp 0,00